GAIRAH TERLARANG: LUBANG INTIP BU MARYATI
SUPRI (38) adalah seorang pria dengan jiwa nomad yang terbiasa berpindah dari satu kontrakan ke kontrakan lain. Kali ini, takdir membawanya ke sebuah kamar kecil yang hanya tersekat papan tipis dengan rumah utama milik Pak RT. Kehidupan sebagai perantau nomad yang berpindah-pindah membuatnya terbiasa dengan kesunyian, namun dinding papan yang berlubang itu perlahan mengubah segalanya menjadi arena maksiat.
Source: Aleo's Tube Store
Di balik lubang kecil itu, ada sosok Bu Maryati (47). Meski hampir menginjak usia kepala lima, Bu Maryati tetap memiliki pesona matang dengan PANTAT LEBAR dan PAYUDARA MONTOK yang sulit diabaikan. SUPRI mulai sering mencuri pandang, terutama saat TURUK tembem Bu Maryati tersingkap saat ia mandi. Namun, Bu Maryati bukanlah wanita naif; ia menyadari keberadaan KONTOL yang menegang di balik papan itu dan justru merasa tertantang untuk memamerkan tubuhnya agar adrenalin pria nomad itu meledak.
"Ada getaran yang berbeda ketika kita tahu seseorang sedang memperhatikan LUBANG NIKMAT kita, namun kita membiarkannya. Inilah awal dari runtuhnya batas moralitas antara pemilik rumah dan penyewa."
Babak Kedua: Undangan di Balik Sekat
Suatu sore saat Pak RT keluar kota, Bu Maryati mendekati dinding sekat itu. "Saya tahu kamu di situ, SUPRI... Daripada cuma mengintip TURUK-ku dari lubang, kenapa tidak merasakan KONTOL-mu masuk ke aslinya?" bisiknya dengan nada yang membakar logika SUPRI. Kalimat itu bagaikan mantra yang melumpuhkan akal sehat sang nomad.
SUPRI menyelinap masuk melalui pintu belakang yang tak terkunci. Di ruang tengah yang remang, Bu Maryati berdiri dengan daster tipis tanpa pakaian dalam. "Tutup pintunya, Nak nomad, lalu buat TURUK ibu ini banjir dengan KONTOL besarmu," perintahnya. Malam itu, di rumah Pak RT yang kosong, mereka memulai tarian terlarang yang dipenuhi desahan kotor. Hubungan itu menjadi candu yang membahayakan bagi sang petualang nomad.
Babak Ketiga: Ketegangan dan Permainan Lidah
Tanpa banyak kata, SUPRI langsung meremas SUSU BESAR Bu Maryati dari balik daster. Putingnya yang keras langsung menyapa telapak tangan sang nomad. Bu Maryati mendesah liar saat SUPRI mulai berlutut dan menjilati celah pahanya yang sudah basah kuyup. "Ahhh... SUPRI... makan TURUK-ku nak... habisi sampai ibu lemas!" rintihnya sambil mencengkeram rambut SUPRI dengan penuh nafsu setan.
GAIRAH TERLARANG: SINYAL KENTUT BU MARYATI
Kehidupan SUPRI sebagai pria nomad kini punya warna baru yang sangat menjijikkan tapi merangsang. Bu Maryati punya kode rahasia yang tak lazim. Jika ia sedang sendirian di dapur dan nafsunya sudah memuncak sampai TURUK-nya berdenyut gatal, ia akan menempelkan pantat lebarnya ke dinding papan sekat kamar SUPRI dan melepaskan gas dari lubang belakangnya.
Source: Aleo's Tube Store
Bunyi "PROOOTTT... DUUUTTT!" yang menggema di dinding papan itu adalah undangan maut bagi SUPRI. Bu Maryati sengaja KENTUT untuk menunjukkan bahwa otot-otot perut dan rahimnya sudah kaku karena menahan syahwat yang luar biasa. Baginya, suara KENTUT itu adalah teriakan minta DIKENTU oleh KONTOL besar sang nomad.
Babak Keempat: Hantaman Brutal & Kentut Orgasme
SUPRI yang sudah hafal sinyal itu langsung menerjang masuk. Ia mendapati Bu Maryati sudah menungging di lantai dapur tanpa daster. PANTAT BESARNYA yang mulus nampak bergetar. Tanpa basa-basi, SUPRI langsung menghujamkan KONTOL JUMBONYA... SLEBBB!
Setiap kali SUPRI menyodok dengan tenaga penuh hingga mentok ke rahim, Bu Maryati tidak bisa menahan sarafnya. Saking nikmatnya DIKENTU secara brutal, setiap hentakan selalu dibarengi suara: "BROOOTTT... PLOK... DUUUTTT... PLOK!". Ia kentu sambil terus-menerus mengeluarkan angin karena otot-ototnya dibuat lumpuh oleh ukuran KONTOL SUPRI.
"Aduuuhhh... SUPRIIII! Terusss! BRROOOTTT! Gede banget nak! KENTU ibu terus sampai perut ibu kempes! Ahhh... DUUUTTT! Nikmat sekali KONTOL-mu!" teriaknya sambil terus kentut karena saking mabuk kepayang dihajar sang nomad. Bau gairah dan suara kotor itu justru membuat SUPRI semakin beringas menghabisi TURUK tembem sang istri RT.
- BERSAMBUNG KE BABAK KELIMA: BANJIR MANI DI LUBANG KENTUT -
GAIRAH TERLARANG: JEBOL LUBANG BELAKANG BU MARYATI
Nafsu setan BU MARYATI sudah tidak bisa dibendung lagi. Setelah puas dihajar di TURUK tembemnya, ia merasa ada sesuatu yang kurang. Ia ingin merasakan sensasi yang lebih sesak, lebih sakit, dan suara yang lebih pecah. Sambil terengah-engah dan masih dalam posisi menungging, ia menoleh ke arah SUPRI dengan mata yang liar.
Source: Aleo's Tube Store
SUPRI si pria nomad tidak menunggu dua kali. Ia meludahi ujung KONTOL JUMBONYA agar sedikit licin. Pelan tapi pasti, ia menekan kepala kejantatannya ke lubang belakang Bu Maryati yang masih perawan itu. CRRRREEEKKK! Bu Maryati memekik kencang saat lubang sempit itu dipaksa melebar oleh ukuran KONTOL SUPRI yang luar biasa.
Begitu amblas sampai pangkal, SUPRI langsung tancap gas. Ia menggenjot dengan kekuatan penuh. BRRROOOTTT! BROOOTTT! DUUUTTT! Suara angin yang terjepit di antara KONTOL dan dinding anus Bu Maryati keluar dengan sangat berisik. Setiap sodokan membuat perut Bu Maryati terguncang hebat, mengeluarkan suara "kentut" buatan yang sangat keras dan memalukan namun sangat merangsang bagi mereka berdua.
"Ahhhh... itu dia suaranya! BRROOTTT! Sakit tapi nikmat, Supri! Habisi lubang belakang ibu! KENTU ibu lewat belakang sampai MANI-mu memenuhi usus ibu!" teriak Bu Maryati sambil mencakar lantai dapur. Suara "plok-plok-brroott" bergema di ruangan itu, menandakan hancurnya benteng pertahanan terakhir sang istri RT di tangan sang nomad.
- BERSAMBUNG KE BABAK KEENAM: TRIPLE KILL BERSAMA DEWI? -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar