mengenakan jilbab lebar yang selalu menutupi kepala dan dadanya dan juga selalu mengenakan pakaian longgar yang panjang sampai ke mata kaki. Dari cerita istriku, kuketahui bahwa sang istri sangat memperhatikan masalah hubungan suami istri untuk menjaga keharmonisan rumah tangga mereka. Hal ini karena istri tetanggaku ini merupakan pelanggan tetap istriku dalam membeli jamu dari Madura, terutama jamu yang berhubungan dengan hubungan suami istri seperti “sari rapet”, “Pria perkasa” ataupun jamu lainnya yang selalu berhubungan dengan hubungan suami istri. Walaupun selalu mengenakan jilbab lebar, tetap saja tidak bisa menutupi kecantikan, keanggunan dan putihnya kulit istri tetanggaku ini, sehingga aku sering membayangkan bagaimana keadaan tubuh mbak Maryati bila tidak mengenakan busana, pastilah sangat seksi dan sangat menggairahkan. Disamping sebagai seorang wiraswasta, tetanggaku ini aktif di sebuah LSM yang memperhatikan perkembangan perekonomian masyarakat. Karena persaingan bisnis yang semakin ketat, akhirnya usaha tetanggaku ini bangkrut, dan akhirnya ia lebih memfokuskan diri untuk mengeluti LSM yang ia ikuti. Dan ternyata di LSM yang digelutinya ini, ia mendapatkan kepercayaan untuk mengawasi pencairan dana masyarakat di luar kota dengan honor yang lumayan untuk menghidupi keluarganya. Sehingga ia harus kerja di luar kota dan seminggu sekali baru pulang ke rumah. Pada suatu hari istriku berkata bahwa komputer tetanggaku bermasalah dan minta tolong padaku untuk segera memperbaikinya, sebab tidak mungkin harus menunggu suaminya pulang dan lagi pula banyak pekerjaan mendesak yang harus dikerjakannya. Dan katanya walaupun ia sedang ada dikantor, aku dipersilahkan untuk memperbaiki komputer di siang hari, sebab ada pengasuh anaknya di rumah. Obsesiku terhadap istri tetanggaku ini seperti mendapat peluang. Aku menyanggupi untuk memperbaiki komputernya “besok akan ku kerjakan..” kataku pada istriku. Keesokan harinya sebelum aku ke rumah tetanggaku, aku persiapkan beberapa spy cam (“Kamera pengintai”) ukuran kecil tanpa kabel yang aku hubungkan ke komputerku. Ternyata sistem operasi komputer tetanggaku ini bermasalah, maka harus ku install ulang supaya normal kembali. Pada saat penginstallan sedang berlangsung, aku menanti pengasuh tetanggaku ini lengah atau keluar memberi makan asuhannya. Saat pengasuh anak tersebut keluar, maka kugunakan kesempatan ini untuk masuk ke kamar tetanggaku dan meletakkan 2 buah spy cam ditempat yang tepat dan tersembunyi yang bisa menangkap aktivitas tempat tidur dan sekitarnya. Setelah perbaikan sistem operasi komputer tetanggaku selesai, aku segera pulang dan menyalakan komputer untuk mengetes apakah spy cam yang aku letakkan berfungsi dengan baik. Dan ternyata alat kecil memang benar-benar canggih, selain bentuknya kecil dan tanpa kabel, ternyata daya tangkap gambarnya pun nyaris sempurna dan yang lebih canggihnya lagi adalah kemampuannya melakukan zoom. Mulailah pada jam-jam tertentu aku memantau keadaan kamar tersebut. Dari hasil pantauan tersebut, tedapat beberapa moment yang aku rekam, diantaranya merekam tubuh mbak Maryati yang sedang telanjang bulat dan berlenggang lenggok didepan cermin sehabis mandi, merekam kegiatan dirinya yang sedang terangsang di malam hari pada saat suaminya di luar kota, bahkan sempat ku rekam bagaimana ganasnya ia di tempat tidur pada saat suaminya pulang dari luar kota. Rupanya dibalik keanggunan dan kealiman penampilan luar istri tetanggaku ini, ternyata dalam berhubungan suami istri mbak Maryati sangat ganas dan binal membuat suaminya kewalahan, dan sering kali terlihat mbak Maryati masih bernafsu tetapi suaminya sudah ambruk dan akhirnya mbak Maryati hanya bisa gelisah tidak bisa diam melihat suaminya tidur kecapaian. Akhir-akhir ini kesibukan tetanggaku ini semakin padat, sehingga jadwal kepulangannya menjadi tak menentu, terkadang dua minggu sekali bahkan pernah sampai dua bulan baru pulang. Bahkan pernah secara bercanda istri tetanggaku ini berkata pada istriku : “Bu…, saya mah ja istriku blay…(jarang dibelai maksudnya) “ “Kenapa gitu ?” tanya istriku padanya . “Habis bapake jarang pulang, dan kalo pulangpun hanya satu malam setelah itu pergi lagi.. Saya mah punya suami… tapi jarang sekali bermesraan “ katanya dengan nada sedih. Pada suatu hari, istriku cerita padaku bahwa pada tadi siang ketika istriku bertamu ke tetanggaku, Istriku melihat istri tetanggaku sedang menangis. Dan ketika ditanya mengapa, istri tetanggaku menjawab terisak “ bapake , tadi malam pulang, tapi belum ngapangapain mbak Maryati sudah pergi lagi dengan temannya malam itu juga dan sampai sekarang belum pulang. Padahal saya lagi pingin-pinginnya..” Mendengar cerita istriku, aku menjadi tergoda untuk mengisi kekosongan kasih sayang ini. Tapi bagaimana caranya ? dan tak mungkin aku dapat menggoda seorang istri yang selalu taat menjalankan perintah agama. Apalagi mbak Maryati selalu mengenakan jilbab dan tidak pernah memberi kesempatan kepada bukan muhrimnya untuk berbicara bebas dengannya. Akhirnya aku punya ide untuk mengancamnya akan menyebarkan video rekaman dirinya yang sedang telanjang dan yang sedang berhubungan dengan suaminya. Rekaman tersebut aku simpan di CD. Pada malam hari ketika istriku sudah tidur, kuletakkan CD rekaman tersebut di depan pintunya dan kuhubungi hp istri tetanggaku ini dari hp-ku dengan menggunakan nomor yang baru kubeli siang tadi “Bu…, Coba katanya buka pintu depan dan ambil amplop yang tersimpan dibawah pintu, sekarang..! Isinya adalah CD berisi video rekaman yang harus mbak tonton di komputer” kataku memerintah tanpa memberi kesempatan padanya untuk bertanya siapa yang menelepon._ Aku mengintip dari dalam rumahku, tak lama kemudian aku melihat pintu depannya terbuka, kemudian mbak Maryati keluar dengan jilbab lebar dan baju longgar yang biasa dikenakan kemudian melihat keadaan sekitarnya, lalu setelah yakin tidak ada seorangpun, lalu mbak Maryati melihat ke bawah dan mengambil amplop yang aku simpan dan dengan tergesa-gesa pintu itupun mbak Maryati tutup kembali. Kira-kira setengah jam kemudian, hp- ku bunyi dan setelah kulihat ternyata istri tetanggaku menghubungiku. Begitu aku tekan tombol terima, langsung terdengar suara serak seperti orang yang sangat marah tapi tak berdaya “Anda siapa ? Dan apa maksudnya memperlihatkan video ini pada saya ? “ tanyanya. “Saya hanyalah seorang penggemar berat mbak . Dan saya ingin semua orang tahu bahwa tubuh mbak sangat menggairahkan dan mbak sangat binal dan ganas di tempat tidur” jawabku santai. “Apa maksudnya…?” katanya dengan nafas yag mulai tersekat “Akan saya perbanyak CD ini dan akan saya bagikan ke setiap rumah di lingkungan ini, juga akan kirim ke internet agar orang sedunia tahu apa dan bagaimana mbak . “ jawabku masih dengan nada santai dan kalem. “Ja…jangan…jangan…!” potongnya mulai gugup. “Apa yang sebenarnya kamu inginkan…, mau uang…? Berapa…?” katanya memelas dan suara melemah. “Saya nggak mau uang…” jawabku “Lalu apa..?” susulnya “Saya hanya ingin bisa menikmati tubuh mbak yang sangat menggairah…” kataku menggodanya. “Tidak mungkin …..Aku nggak sudi….” “Ya…nggak apa-apa.. Tapi mbak jangan kaget kalau esok hari semua tetangga akan ribut karena memiliki rekaman tersebut..” jawabku mengancam “jangan…jangan dilakukan ….tolonglah kasihani saya…” katanya lagi memelas “Tidak akan saya lakukan…asal mbak memenuhi keinginan saya” kataku lagi. Lama mbak Maryati tidak menjawab… Dan akhirnya… “Baiklah… saya menyerah…, tapi kumohon…. Kamu harus menghapus semua rekaman ini “ katanya dengan nada yang sangat berat dan pasrah karena kalah “Baiklah…, sekarang mbak harus membuka pintu depan, kemudia mbak harus menunggu saya di kamar mbak . Kalu tidak mbak lakukan maka saya tidak akan datang” jawabku memberikan perintah. Tak lama kemudian, kulihat pintu depan terbuka sedikit dan beberapa menit kemudian kulihat dimonitor bahwa mbak Maryati telah ada di dalam kamar dan duduk gelisah diatas kasur menunggu apa yang akan terjadi. Kumatikan komputerku dan aku keluar rumah secara mengendap-ngendap menuju rumah tetanggaku melalui pintu depan yang terbuka, _kemudian kututup dan kukunci. Lalu dengan perasaan degdegan aku menghampiri kamarnya kubuka pintunya dan kututup kembali serta kukunci. Begitu melihatku mbak Maryati langsung berdiri dan berkata kaget dan marah “Ohh..ternyata Sukrik ..! Kenapa Sukrik melakukan ini padaku. Apa Sukrik tak takut kalau saya laporkan ke istri Sukrik ?” Ancamnya “Laporkan saja dan saya akan menyebarkan rekaman itu. Yang paling rugi kan bukan saya, tapi mbak sendiri ?” jawabku menekannya “Jadi gimana ? mau batal ?” sambil aku membalikkan badan seolah-olah akan keluar kamar. “Jangan…saya menyerah…” katanya pelan dan terisak meneteskan air mata. “Baiklah kalau begitu…” kataku sambil menghampirinya. Dia duduk mematung di pinggir tempat tidur ketika kuhampiri. Aku duduk disampingnya, mbak Maryati menggeserkan badannya seperti yang ketakutan, tapi aku menahannya sambil berkata “Ingat, jika mbak tidak melayaniku malam ini, maka ancamanku akan kulaksanakan !” kataku mengancam. Akhirnya mbak Maryati diam dengan badan menggigil ketakutan dan mata yang terpejam. Tangan kananku memeluknya dari belakang. Kudekatkan wajahku ke wajahnya. mbak Maryati masih memejamkan matanya. Ohhh betapa manis wajahnya, bibir Mbak Maryati yang tebal dan basah menggodaku untuk menciumnya Dia diam saja mematung, bahkan badannya terasa sangat dingin. Tapi aku tak peduli, aku terus mengulum bibir Mbak Maryati yang tertutup rapat dan terkadang lidahku menjilati bibir Mbak Maryati . mbak Maryati mulai bereaksi tapi hanya sekilas setelah itu mbak Maryati tetap diam sambil memejamkan mata. Tanganku membuka jilbab lebar yang ia kenakan dan melemparkannya ke lantai, maka tampaklah rambut indah dengan leher jenjang merangsang menopang wajah Mbak Maryati yang terlihat sangat manis dan menggemaskan, walaupun dengan mata terpejam dan ekspresi wajah yang tegang. Bibirku mulai menciumi dagu, pipi, dan seputar lehernya yang sangat merangsang, beberapa kali kurasakan ada reaksi dari dirinya dengan keluarnya keluhan dari mulutnya “Euh….euh….” Hanya segitu, lalu mbak Maryati diam lagi seperti sedang bertahan untuk tidak tergoda atas rangsangan yang kulakukan pada dirinya. Lalu tanganku menarik seleting baju panjang yang terdapat dipunggungnya dan bajunya kutarik ke bawah, tampaklah tubuh putih mulus yang harum dengan susu ngaceng yang montok terhalang oleh bh yang masih menahannya agar tidak tumpah. Kutarik pengait bh hingga bh tersebut terlepas dan kulemparkan ke lantai, maka tampaklah susu ngaceng yang benar-benar montok menggairahkan tergantung bebas dihadapanku. Badannya semakin kaku, kudorong paksa agar mbak Maryati berbaring di kasur, lalu dengan tergesa-gesa karena bernafsu tanganku mulai meremas buahdada indah tersebut yang kiri dan kanan secara bergantian. Ouh… betapa mengasyikkan dan puasnya dapat mempermainkan susu ngaceng dari seorang wanita yang biasanya tertutup baju longgar dan jilbab yang lebar. Mulutku mulai menjilati dan menciumi seluruh permukaan kulis halus di sekujur tubuh terbukanya. Terkadang disertai dengan kecupan serta hisapan yang mengasyikan. Dan akhirnya bibirku menuju buah dadanya . susu ngaceng seka dan montok itu aku hisap dan gigit-gigit gemas penuh nafsu, kemudian aku kebagian puting susu mbak Maryati yang sudah mulai tegak menantang. Kupilin-pilin dengan bibir dan lidahku.. “Ouh…ouh…euh…..euh… ssstt… hhhssstttt…” Erangan halus dan desis nikmat keluar dari mulutnya tanpa disadarinya Tapi segera diam kembali setelah mbak Maryati menyadarinya apa yang sedang terjadi. Tampak sekali terjadi pergulatan batin yang sangat hebat antara mempertahankan harga diri dan kehormatan melawan gairah nafsu yang sudah mulai bangkit mempengaruhinya. Hal ini tampak dari gerakan tubuh mbak Maryati mulai menggelinjang dan merespon setiap sentuhan dan rangsangan yang kuberikan padanya. Peperangan antara rasa terhina dan rasa nikmat yang ia terima demikian hebatnya sehingga tampak dari keringat yang mulai bercucuran dari tubuh mbak Maryati . Badan dan tubuh mbak Maryati sangat menikmati rangsangan yang kuberikan tetapi pikirannya melarang untuk merespon, sehingga reaksi yang diberikan menjadi tidak konstan, terkadang melenguh menikmati dan terkadang lagi diam mematung tidak memberikan respon atas rangsangan yang kuberikan padanya. Tapi aku terus memberikan rangsangan-rangsangan kenikmatan padanya dengan terus memilin dan meremas buah dadanya yang indah._ Usahaku memberikan hasil. mbak Maryati menjadi lebih sering mendesah dan melenguh menahan nikmat yang dirasakan, walaupun dengan malu-malu sambil tetap berusaha menjaga harga dirinya agar tidak jatuh dihadapanku. “Ouh… oohh…ouh….” Erangan nikmatnya menjadi lebih sering kudengar. Kedua tangannya mencengkram kasur dengan sangat kuat hingga urat-urat halus tangannya menonjol menandakan bahwa mbak Maryati sedang dilanda kenikmatan dan rangsangan birahi yang teramat sangat. Aku mulai menanggalkan baju longgarnya dari tubuh mbak Maryati dan menjatuhkannya kelantai. Mataku nanar diliputi nafsu yang semakin menggebu melihat tubuh bugil merangsang di hadapanku yang hanya menyisakan cd yang menghalangi keindahan tempik Mbak Maryati mbak Maryati . Lalu kutanggalkan cd yang menghalangi pemandangan indah ini. Dan…. Terpampanglah tubuh telanjang yang benar-benar indah membangkitkan gelora birahi yang semakin tak tertahankan. kontolku semakin tegang melihat pemandangan itu Tanpa membuang waktu, aku menciumi kedua paha indah yang putih, mulus serta harum ini. Kugunakan lidahku untuk mengulas semua permukaan paha baik yang kiri maupun yang kanan secara bergantian. Erangannya menjadi semakin nyaring dan sering “Ouh…ohhh…Sukrik…ouh….ouh…” rupanya rasa malu dan marahnya sudah semakin kalah oleh rasa nikmat yang kuberikan. Bibir dan lidahku, lalu naik keatas kebagian selangkangannya yang menjanjikan berjutajuta kenikmatan. tempik Mbak Maryati itu begitu indah dikelilingi oleh rimbunnya jembut hitam nan halus. Kujilati jembut indah itu. mbak Maryati mengerang keras…. ”Aaahh….ohhh” Badannya mulai bergetar seperti dialiri listrik, mulutnya ternganga dengan nafas seperti tertahan, lalu “Aahhh… ouh….ouh…” erangannya semakin keras menandakan bahwa harga dirinya semakin kalah oleh rasa nikmat yang kuberikan Kusibakkan bibir tempik Mbak Maryati yang menutupi lubang tempik mbak Maryati yang indahnya, terlihatlah lorong sempit memerah yang basah berlendir. Lidahku terjulur untuk mengkait-kait lorong itu. Badannya semakin bergetar dan erangannya sudah berganti menjadi jeritan-jeritan tertahan “Aahh….Aahhh….Ouhh…nikmat…ouh….” mulutnya mulai meracau. Jempol tangan kananku tak diam, kugunakan untuk menekan dan memutar-mutar klentitnya yang semakin menonjol keras. Gerakannya sudah semakin menggila dan tangannya sudah tak malu-malu lagi mengusap dan menekan-nekan kepalaku agar lebih dalam memasukkkan lidahku kedalam lubang tempik Mbak Maryati kurasakan semakin berkedut. “Aahh…aahhh… ouh…. Sukrik ….ouh…..terusssss…ouh…” jeritannya semakin keras, pantat mbak Maryati semakin maju menekan wajahku… Akhirnya dengan tak sabar kedua kakinya mbak Maryati naikkan keatas pundakku dan menjepit leherku dengan keras sambil melonjak-lonjak tak karuan dan menjerit-jerit menjemput nikmat yang bertubi-tubi datang padanya hingga akhirnya ia menjerit panjang “Aaaaaaahhhhh…………….” Badannya melenting, pantat mbak Maryati terangkat dan tangannya mencengkram kaku di kepalaku serta kakinya semakin keras menjepitku seperti tang raksasa . Lalu beberapa detik kemudian pantat mbak Maryati berkedut-kedut dan lubang tempik Mbak Maryati mbak Maryati berkontraksi sangat hebat dan melamuri lidahku dengan cairan kenikmatan. Dan setelah itu badannya terhempas ke kasur, cengkraman tangannya dikepalaku melemah demikian juga dengan jepitan kakinya di leherku. Setelah itu yang kudengar adalah helaan nafas yang tersengal-sengal seperti orang baru selesai melakukan lari sprint 100 meter. Tanpa mbak Maryati kehendaki, istri tetanggaku ini telah mengalami orgasme yang sangat hebat yang aku berikan dalam sesi pemanasan ini. Aku berdiri dipinggir kasur, kuperhatikan bahwa matanya terbuka dengan pandangan yang menggambarkan orang yang baru saja mendapatkan kenikmatan orgasme. “Bagaimana mbak ? Enak khan..?” tanyaku menggodanya mbak Maryati hanya diam dan membuang muka, tapi dari wajahnya, kutahu mbak Maryati tidak menampik dengan apa yang kuucapkan padanya. mbak Maryati hanya membuang muka…. malu…. Aku mulai menanggalkan seluruh pakaian yang kukenakan. Kini akupun sudah telanjang bulat. Aku naik ke tempat tidur dan merangkak menghampiri dirinya, sambil berbisik “Sudahlah..Bu…, tak perlu malu…., nikmati saja…. Apalagi yang mbak pertahankan dariku ? Semua bagian tubuh mbak yang paling rahasiapun sudah. aku jelajahi , bahkan mbak sudah mendapatkan puncak kenikmatan orgasme yang akhirakhir ini jarang mbak dapatkan…” Kataku mempengaruhi pendiriannya , sambil kembali merangsang dirinya dengan memberikan ciuman hangat pada bibir Mbak Maryati dan meremas buah dadanya yang tak membosankan untuk diremas dan dipilin-pilin. Rupanya kata-kataku mempengaruhi pendiriannya sehingga akhirnya mbak Maryati membalas ciumanku dengan sangat ganas dan bernafsu ditambah lagi bahwa dirinya memang sudah terbakar nafsu berahi setelah sekian lama aku berikan rangsangan-rangsangan yang mengantarnya mencapai orgasme yang sangat hebat. Ciumannya padaku semakin panas dan menggairahkan, bahkan tangannya sudah berani meremas dan mengocok kontolku yang sudah sangat tegang. Akhirnya badannku kuputar 180 derajat sehingga kepalaku yang berada di atas menghadap tempik Mbak Maryati mbak Maryati dan wajah Mbak Maryati yang berada di bawah menghadap kontolku . Kurengkuh pantat mbak Maryati yang montok lalu kembali lidah dan bibirku mempermainkan tempik Mbak Maryati mbak Maryati sekali lagi dengan cara yang berbeda. Kembali mbak Maryati melenguh.. “Ouh….ouh…..Aku tak tahan…aku tak tahan…Ouhhh” erangnya. Tak kupedulikan erangannya, aku terus menjilati dan menghisap tempik Mbak Maryati mbak Maryati dan terkadang aku tusukkan lidahku kedalam lubang tempik Mbak Maryati mbak Maryati yang beraroma khas. Gerakan pantat mbak Maryati semakin menjadi. Dan tiba-tiba aku merasa bibir Mbak Maryati mulai melumat kontolku dengan penuh nafsu. Aku…melayang…dengan apa yang mbak Maryati lakukan sehingga bibir dan lidahku diam bekerja…. Jilatan dan hisapan pada kontolku semakin bervariasi “Ouhh….” Akupun melenguh nikmat.. Aku takut. Bahwa pertahannanku akan bobol, maka aku konsentrasikan menjilat kembali tempik Mbak Maryati mbak Maryati dengan ganas dan cepat. Dia menjerit… “Aaah…Sukrik…aku tak tahan……aku tak tahan.. masukkan…. Sekarang auh…” Tak kupedulikan permintaannya, aku semakin bersemangat menjilat tempik Mbak Maryati, Tiba-tiba badannya menghentak menggulingkan tubuhku kemudian mbak Maryati bangun , memutarkan badannya , kemudian dalam posisi menungging mbak Maryati mengarahkan kontolku yang sedang berdiri tegak ke arah lubang tempik Mbak Maryati mbak Maryati yang sudah sangat basah, lalu menekan pantat mbak Maryati ke bawah dan… Blessshh…. kontolku mulai memasuki lubang tempik Mbak Maryati mbak Maryati perlahan-lahan. Mataku nanar berkunang-kunang merasakan kenikmatan yang sukar ‘tuk dibayangkan. Perlahan-lahan pantat mbak Maryati mulai turun naik, sementara kedua tangannya merengkuh pundakku dari belakang sambil bibir Mbak Maryati dengan penuh nafsu menciumi dan menghisap bibirku. Gerakan pantat mbak Maryati semakin cepat, kepala sudah mulai terdongak sambil mengeluarkan nafas mendengus seperti orang orang yang sedang ‘pushup’ “Ehh..euh…hekks…hekss…euh…” dengusan itu terus menerus keluar seiring dengan hempasan pantat mbak Maryati menekan selangkanganku sehingga kontolku seperti dikocok-kocok, dipelintir dan dihisap-hisap dengan sangat nikmat. Mataku terbeliak- beliak menahan nikmatyang tak terperi Merasa kakinya kurang nyaman, akhirnya istri tetanggaku meluruskan kakinya sehingga mbak Maryati telungkup menindih tubuhku. Tangannya masih meraih pundakku sebagai pegangan dan buah dadanya ditempelkan pada dadaku. Kemudian kembali memaju mundurkan pantat mbak Maryati agar tempik Mbak Maryati mbak Maryati dapat bergesekan dengan kontolku dan kontolku dapat keluar masuk hingga sampai ke pangkalnya. Gerakannya semakin cepat, kedua kakinya mulai kejang-kejang lurus dan erangannya semakin memburu “ Ouh… hekss….heks…heks…”_ Dan akhirnya…dia kembali menjerit panjang “Aaaaaahhhhkkkks……….” Badannya kembali melenting terdiam kaku, mulutnya menggigit pundakku dan kedua tangannya menarik pundakku dengan sangat keras dan kaku, dan beberapa detik kemudian keluar helaan nafas panjang darinya seperti melepas sesuatu yang sangat nikmat…”Ouhhhhhh…” pantat mbak Maryati berkedut-kedut, dan terjadi konstraksi yang sangat hebat di dalam tempik Mbak Maryati yang kurasakan sangat mencengkram kuat-kuat seluruh batang kontolku dan diakhiri dengan kedutan-kedutan dinding tempik Mbak Maryati yang memijit kontolku membuatku diriku melenguh menerima sensasi yang sangat nikmat dari tempik mbak Maryati istri tetanggaku ini. “ohh….” Keluhku. Kedutan pantat mbak Maryati makin lama makin melemah dan akhirnya tubuh mbak Maryati ambruk menindih tubuhku Cukup lama mbak Maryati menikmati sensasi orgasme sambil telungkup lemas diatas tubuhku. Kemudian mata terbuka menatapku sambil berkata “Sudah sangat lama ..aku tak merasakan sensasi orgasme yang demikian nikmat…makasih Sukrik ! “ katanya sambil mengecup bibirku. Sudah hilang rasa malu dan marahnya padaku. Aku hanya tersenyum manis padanya sambil membalas kecupannya dengan menghisap bibir Mbak Maryati dalam-dalam. Kedua tanganku memeluknya dan meletakkan telapak tanganku pada kedua pundaknya yang masih telungkup menindih tubuhku. Lalu pantatku, kugerakan keatas dan kebawah sambil kedua tanganku menarik pundaknya kebawah membuat kontolku yang masih tegang menggesek dinding tempik Mbak Maryati dan memberikan kenikmatan padaku dan padanya. kontolku dengan lancar keluar masuk lubang tempik mbak Maryati yang masih tetap sempit menjepit dan meremas-remas kontolku dengan ketat. Sensasi kenikmatan mulai kembali menjalari seluruh urat syarafku dan akupun mulai mendengus nikmat “Ouhhh…ouhh…” Akibat gerakanku ini, membangkitkan kembali gairahnya yang baru saja mendapatkan orgasme dan gesekan- gesekan ini memberikan kenikmatan- kenikmatan padanya sehingga akhirnya pantat mbak Maryati kembali bergerak maju mundur dan keatas kebawah meraih kenikmatan yang lebih. mbak Maryati kembali memompakan tubuh mbak Maryati diatas tubuhku, dan gerakannya makin lama semakin cepat dan kembali erangan nikmat nya yang khas keluar dari mulutnya “Ehh..euh…hekks…hekss…euh…” dengusan itu terus menerus keluar seiring dengan hempasan pantat mbak Maryati menekan selangkanganku sehingga kontolku seperti dikocok-kocok, dipelintir dan dihisap-hisap dengan sangat nikmat. Dan kembali mataku terbeliak-beliak menahan nikmat. Gerakannya semakin cepat, dan tak lama kemudian kembali kedua kakinya kejangkejang lurus dan erangannya semakin memburu “ Ouh…hekss….heks… heks…” Dan akhirnya…dia kembali menjerit panjang “Aaaaaahhhhkkkks……….” Badannya kembali melenting terdiam kaku, mulutnya menggigit pundakku dan kedua tangannya menarik pundakku dengan sangat keras dan kaku, dan beberapa detik kemudian keluar helaan nafas panjang darinya seperti melepas sesuatu yang sangat nikmat…”Ouhhhhhh…” pantat mbak Maryati berkedut-kedut, dan terjadi konstraksi yang sangat hebat di dalam tempik Mbak Maryati yang kurasakan sangat mencengkram kuat-kuat seluruh batang kontolku dan diakhiri dengan kedutan-kedutan dinding tempik Mbak Maryati mbak Maryati yang memijit kontolku membuatku diriku melenguh kembali menerima sensasi yang sangat nikmat dari tempik Mbak Maryati mbak Maryati istri tetanggaku ini. “ohh….” Keluhku. Kedutan pantat mbak Maryati makin lama makin melemah dan akhirnya tubuh mbak Maryati kembali ambruk menindih tubuhku untuk kesekian kalinya. Pencapaian orgasme yang ia dapatkan di atas tubuhku, terus dilakukannya berulangulang, hingga akhirnya untuk yang kesekian kalinya mbak Maryati benar-benar ambruk diatas tubuhku dan tidak bisa bergerak lagi karena kehabisan tenaga. Dia menggelosorkan tubuh mbak Maryati disamping tubuhku, sambil berbaring miring saling berhadapan dan berpelukan. mbak Maryati berkata padaku dengan tersengal-sengal kehabisan napas Sukrik …aku sangat lelah… namun sangat puas…..tapi kepuasanku belum sempurna kalau tempikku belum disemprot oleh ini..” katanya sambil meraih kontolku yang masih tegang menantang. Luar biasa besar nafsu sex yang dimiliki istri tetanggaku yang berjilbab lebar ini. Apakah karena mbak Maryati memang jarang mendapatkan nafkah batin dari suaminya yang jarang pulang, atau seperti dugaanku bahwa mbak Maryati memiliki nafsu yang sangat besar karena buktinya mbak Maryati sering membeli jamu-jamu kuat pada istriku. Aku yang belum mencapai puncak, tidak ingin berlama-lama istirahat takut nafsuku surut dan kontolku melemah, maka aku mulai menindihnya dan tanganku kembali meremas-remas susu ngaceng indah miliknya serta memilin-milin putting susu mbak Maryati yang menjulang menantang. Kemudian kembali bibirku menciumi bibir Mbak Maryati dengan penuh nafsu. Nafsunya bangkit kembali walaupun dengan tenaga yang masih lemah, tangannya meraih kontolku dan diarahkan kedepan lubang tempik Mbak Maryati mbak Maryati , pahanya terbuka lebar memberi jalan pada kontolku untuk segera menelusuri lubang nikmat tempik Mbak Maryati mbak Maryati . Ku dorong pantatku begitu kepala kontolku tepat berada di lubang tempik Mbak Maryati mbak Maryati . Dan Blessh…., kontolku kembali menjelajahi lubang sempit yang sudah sangat basah milik istri tetanggaku ini dan “ouhh…” lenguh kami berbarengan menahan nikmat. Pantatku mulai mengayuhkan kontolku agar lancar keluar masuk menggesek- gesek dinding tempik Mbak Maryati mbak Maryati yang selalu memberikan sensasi nikmat. Gerakanku makin lama makin cepat dan berirama. pinggul Mbak Maryati mulai bergerak membalas setiap gerakannku, sehingga lenguhanku dan erangan nikmat dari terdengar saling bersahutan “Ouh…ohhh…enak…banget…ohhhh…” dengusku.. “Auh…auh…makasih Sukrik ….ouh….nikmat…oh…” erangnya Gerakanku makin lama makin cepat dan keras tak beraturan sehingga terdengar suara yang cukup keras dari beradunya dua selangkangan Plok…plok…plok… Demikian pula dengan gerakan pinggul Mbak Maryati semakin keras menyambut setiap gerakan pantatku., sehingga bunyi beradunya selangkangan semakin keras Plok…plok…plok… Dan akhirnya mulutku mulai meracau..”Ouh…Bu…Aku …mau … keluar, aku mau… keluar ouh…” Dan mbak Maryati juga meracau sambil menarik- narik tubuhku dengan keras “ Ayo.. Sukrik … bareng… bareng…” Dan akhirnya secara bersamaan kami menjerit bersahutan melepas nikmat mencapai orgasme. Badanku dan badannya melenting dan menjerit “Aaaaahhhh….” Dan … crot … crot … crot pejuh kentalku. terpancar beberapa kali membasahi seluruh rongga tempik Mbak Maryati mbak Maryati istri tetanggaku ini dan dibalas dengan kontraksi dan kedutan-kedutan yang hebat didalam lubang tempik Mbak Maryati mbak Maryati yang menandakan kami mendapat puncak orgasme yang tak terlukiskan nikmatnya. Lalu badanku ambruk jatuh menimpa tubuh mbak Maryati dan kugelosorkan kesamping tubuh mbak Maryati agar tidak membebaninya. Kami berbaring sambil berpelukan dan merasakan sisa-sisa kenikmatan orgasme dengan mata terpejam dan nafas tersengal-sengal seperti habis berlari dikejar harimau. Tak lama kemudian , matanya terbuka dan memandangku dengan tatapan penuh kepuasan serta berkata dengan suara yang lemah. “Baru kali ini aku dapat merasakan berkali-kali orgasme yang luar biasa nikmatnya dalam satu kali persetubuhan..huhh… benar-benar melelahkan namun sangat memuaskan dan tak mungkin terlupakan…” Katanya sambil mencium mesra bibirku.
Lalu sambungnya lagi “Kalau tahu senikmat dan sepuas ini yang kudapat dari Sukrik .. Sukrik tidak perlu mengancamku segala…” katanya sambil tersenyum. “Dan aku rela … menanggung segala akibatnya asal aku bisa mendapatkan nikmat seperti ini dari Sukrik …” katanya mulai melantur… Kuperhatikan jam dinding sudah menunjukkan jam 1.30 malam, sudah larut. Aku harus segera pulang. Maka aku berdiri dan mengenakan Pakaianku dan bertanya padanya “Apakah kita bisa mengulanginya lain waktu ?” “Tentu…Pak, bahkan malah aku yang meminta pada Sukrik untuk bisa memberikan kenikmatan seperti tadi lagi dan lagi “ katanya sambil mencubit mesra pinggangku. Kemudian mbak Maryati juga mengenakan pakaiannya kembali lengkap dengan jilbab lebarnya dan kami keluar kamar berbarengan. Sampai di ruang tamu, mbak Maryati berhenti sejenak dan memberi isyarat padaku agar aku diam dulu di tempat dan mbak Maryati akan keluar rumah melihat situasi di luar apakah ada orang. Dan setelah yakin tidak ada orang diluar dan memberi isyarat padaku bahwa di luar aman. Sebelum aku keluar dari rumah mbak Maryati memberikan kecupan yang hangat dan mesra di bibirku sambil berbisik “Jangan lupa ya… seminggu 2 kali Sukrik harus memberi kenikmatan padaku…” Wah… nekad juga rupanya istri tetanggaku yang alim ini, jika sudah tahu sesuatu yang sangat nikmat yang bisa mbak Maryati dapatkan dari diriku. Dengan mengendap-ngendap aku masuk ke rumahku dan kudapati istriku masih tidur dengan nyenyaknya. Sejak saat itu kami selalu menyempatkan diri secara sembunyi- sembunyi untuk berpacu meraih nikmat. Dan hal itu berlangsung sampai sekarang , tanpa aku tahu kapan hal ini akan berakhir. Tapi tingkah lakunya di lingkungan tidak berubah. mbak Maryati tetap tampak sebagai istri yang solehah dengan jilbab lebar dan baju longgar panjang yang selalu dikenakan. Tapi jika sudah berduaan denganku, mbak Maryati bagaikan kuda liar dan binal yang bisa membuat diriku melayang-layang meraih nikmat ada kejadian mendebarkan yang pernah kami lakukan. Saat itu adalah hari sabtu dan istri tetanggaku pulang kerja jam 1 siang, sedangkan bagiku hari sabtu adalah hari libur. Istriku tidak ada di rumah mengajak jalan- jalan anakku sambil mengambil pesanan barang. Sedangkan pada saat itu aku sangat ingin menyetubuhi tetanggaku, karena hampir seminggu tidak ada kesempatan menikmati tubuh mbak Maryati . Pada saat aku duduk di ruang tamu, kulihat tetanggaku menghampiri rumahku dan kemudian mengetuk pintu. Pintu kubuka, mbak Maryati terlihat kaget dan senang karena yang membuka adalah aku. Lalu mbak Maryati bertanya “Ada mbak , Sukrik ?” “Mau cari mbak atau cari saya…?” kataku sambil berbisik. “Ibu bisa …, Sukrik juga boleh…” jawabnya sambil tersenyum. Lalu “Tapi kalau ketemu mbak keperluannya beda..dengan bila bertemu dengan Sukrik ..” lanjutnya dengan penuh arti._ “Masuk dulu, mbak ! ‘Nggak enak dilihat tetangga..” kataku mempersilahkan masuk. Diapun masuk dan duduk di kursi tamu yang membelakangi jendela, sementara itu pintu rumahku tetap terbuka, akupun bertanya padanya “Ada perlu apa, ke mbak ?” “Biasalah… Sukrik , keperluan perempuan…, saya mau beli jamu kuat dan jamu khusus untuk wanita…, siap- siap… karena hari ini suami saya pulang…” “Kalau gitu…, jatah saya kapan..? padahal saya lagi pingin nich..!” “Sebenarnya saya juga lagi pingin…, tapi… gimana yah…?” mbak Maryati menjawab dengan bingung. “Kalau sekarang.., gimana ? “ kataku sambil mengahmpiri dirinya dan duduk disebelahnya dan langsung menciumnya dengan nafsu. mbak Maryati membalas ciumanku, kemudian melepaskan ciumanku sambil mendorong tubuhku dan berkata “Ihh, nekad..!” “Habis…, udah ‘ga tahan sich..!” jawabku sambil mencubit dagunya dengan gemas “Sebenarnya…, saya juga udah ‘ga tahan…., tapi dimana…?, orang lain pasti akan curiga, kalau kita lakukan sekarang di kamar Sukrik ?” bisiknya dengan nafas yang mulai tersengal- sengal didorong hawa nafsu yang mulai sudah menguasainya. “Kita main disini saja, di ruang tamu, sehingga dari jendela kita bisa melihat kalau ada yang datang. Dan biarkan pintu terbuka… biar orang lain tak curiga…” Usulku nekad. Kebetulan pintu tamuku sejajar dengan pintu pagar, sehingga dari jendela akan terlihat kalau ada yang akan masuk ke halaman rumahku. Tetapi posisi ruang tamuku agak tersembunyi sehingga segala aktivitas di dalamnya tidak terlhat dari luar. “Jangan ah.., Sukrik . Berbahaya….” Jawabnya, namun nampaknya mbak Maryati sudah mulai tergoda dengan usulku. “’Ngga lah… asal kitanya jangan bersuara….., saya ingin merasakan sensasi nikmat bercampur rasa takut ketahuan…….” Aku semakin memaksanya sambil kembali melumat bibir Mbak Maryati dengan nafsu yang membara. Nampaknya gairah nafsu berahi sudah menguasainya sehigga melupakan rasa takutnya dan mbak Maryati membalas lumatan bibirku dengan ganas dan kedua tangannya merengkuh kepalaku agar semakin rapat bibir kami menempel. Tanganku meremas buahdadanya yang terhalang oleh baju longgar dan jilbab yang dikenakannya. Matanya terpejam menikmati ciuman yang panas bergelora. Dan mbak Maryati semakin liar menciumku sambil menahan agar erangan nikmat tak keluar dari mulutnya. Nafas kami berdua semakin tersengal- sengal, tanganku beralih ke bawah, kutarik baju panjang yang menutup kaki dan pahanya dan tanganku langsung menyusup keselangkangannya. Kurasakan cd-nya sudah sangat basah, rupanya sensasi bercinta sambil was-was takut ketahuan membuat gairah rangsangan melayang tinggi begitu cepat dan membanjiri tempik Mbak Maryati mbak Maryati . Kusisipkan jari-jariku dari pinggir cd yang dikenakan, sehingga jari tanganku menyentuh permukaan tempik Mbak Maryati mbak Maryati yang ditumbuhi jembut lembut yang merangsang. Dengan penuh nafsu tanganku mengusap bahkan mengobok- obok permukaan vigina yang semakin memacu gairahku. Jari-jariku mempermainkan lipatan tempik Mbak Maryati mbak Maryati yang basah. Tetanggaku mengatupkan bibir Mbak Maryati rapat-rapat dan giginya gemeretak menahan nikmat yang menimpa dirinya dan menahan nafas agar suara erangan nikmatnya tak keluar. Lalu jempol memutar dan menekan klitorisnya yang menonjol keras, badannya bergetar…, mulutnya semakin rapat tertutup.., kepala terdongak dengan mata yang terpejam. Nafasnya semakin terengah-engah menahan nikmat yang tak terhingga. Sementara jempolku memberikan rangsangan kenikmatan pada dirinya, jari tengahku kuputar dengan gerakan mengebor menembus lubang tempik Mbak Maryati mbak Maryati yang semakin basah dan licin. tubuh mbak Maryati bergelinjang hebat dan melonjak-lonjak melambungkan dirinya sehingga melayang-layang. Gerakan jari tengahku yang menerobos lubang tempik Mbak Maryati mbak Maryati sambil berputar terus kuperdalam dan badannya semakin bergelijang hebat, kepalanya semakin keras menekan sandaran kursi sehingga pinggangnya melenting, dengan suara yang tertahan keluar lenguhan nikmat tanpa dapat mbak Maryati tahan “Uuhhhhh……” Jempolku terus menekan dan memutar klitorisnya, sedangkan jari tengahku semakin cepat memutar dan mengocong lubang tempik Mbak Maryati mbak Maryati . tubuh mbak Maryati semakin hebat terguncang hingga akhirnya melenting kejang dan kaku, dan dari mulutnya keluar suara tercekik..”Akkkhhhhh…..”. Jari tengahku terasa seperti dijepit oleh dinding basah dengan sangat kuat disertai dengan kedutan-kedutan yang keras dan cepat. Lalu tubuh mbak Maryati melemas dan punggungnya terhempas pada sandara kursi. Nafasnya tersengal-sengal seperti atlit yang baru mencapai finish. Ya…, tetanggaku baru saja mencapai finish dengan memperolah kenikmatan orgasme yang sangat sensasional. Aku mencabut jariku dari lubang tempik Mbak Maryati mbak Maryati yang becek, ku arahkan jari tengahku pada hidungku dan kuhirup dalam-dalam aroma lendir tempik Mbak Maryati mbak Maryati yang menempel pada jari tengahku yang basah kuyup itu . Aroma itu begitu merangsang berahiku dan membuatku nikmat. Aku begitu menikmati aroma tempik Mbak Maryati mbak Maryati itu lalu dengan penuh perasaan kujilati lendir tempik Mbak Maryati mbak Maryati yang menempel dijariku dengan jilatan-jilatan yang rakus hingga jari tengahku kesat bersih dari lendir tempik Mbak Maryati mbak Maryati yang menempel. Di dalam kelelahannya, tetanggaku memperhatikan apa yang kulakukan, mbak Maryati merasa puas dan bangga melihat aku dengan rakusnya menjilati lendir tempik Mbak Maryati mbak Maryati yang menempel di jariku. Gairahnya gembali bangkit mengalahkan rasa lelah yang menderanya. Tubuhya bangkit, Tangannya membuka sleting celana panjangku dan mengeluarkan batang kontolku yang sangat keras dan tegang dari pinggir CD yang kukenakan. kontolku langsung berdiri bebas dengan gagahnya terbebas dari kungkungan celanaku._Tetanggaku menggenggam pangkal kontolku dengan jarijarinya yang halus dan secara perlahan dan pasti lidahnya terjulur menjilati kepala kontolku , bahkan seluruh batang kontolku dijilatinya dengan penuh gairah seperti sedang menjilati es krim yang sangat nikmat. Akupun melenguh pelan menahan nikmat.. ”Uhhh…”. Jilatannya begitu lincah bergairah dan membuatku melayang-layang nikmat pantatku melonjak-lonjak sehingga kepala kontolku menekan-nekan mulutnya, seperti sedang mengejar sesuatu yang lebih nikmat. Nafasku semakin memburu ketika dengan asyik dan penuh gairah mbak Maryati terus menjilati kepala kontolku tanpa memperhatikan gelinjang tubuhku yang semakin keras menekan mulutnya. Lalu “Akhhhhs…” Suaraku seperti tercekik dan nafas sesak, ketika secara tiba-tiba mulut tetanggaku mencaplok batang kontolku . Rongga mulutnya terasa panas dan sangat nikmat sehingga membuat mulutku ternganga, badanku kaku dan dadaku sesak susah bernafas. Dengan lincahnya, tetanggaku terus mengocok dan menghisap kontolku membuatku semakin melayang. Jilbab yang dikenakannya bergoyang-goyang menampilkan pemandangan yang sangat erotis dari seorang wanita berjilbab lebar yang sedang asyik memberikan kenikmatan oral pada diriku. kontolku yang berada dalam genggaman tangan dan mulutnya terasa makin membengkak keras. Menyadari itu tetanggaku semakin bergairah mengoralku dan berharap mulutnya dapat disemprot oleh pejuhku pada saat aku orgasme. Sebagaimana yang sering terjadi jika mbak Maryati ngemut suaminya dan mbak Maryati sangat puas, bahagia dan bangga jika dapat membuat suaminya orgasme oleh oralnya. Dan selama ini mbak Maryati selalu berhasil membuat suaminya orgasme. Cerita Sex Gerakan oralnya semakin bevariasi membuatku semakin melayang dan penis yang semakin membengkak. Namun aku belum juga mencapai puncak, hanya nafasku saja yang semakin tersengal-sengal dan batang penis yang semakin keras membengkak. Akhirnya mbak Maryati tak tahan oleh nafsunya sendiri yang terus meningkat minta dipuaskan, tempik Mbak Maryati mbak Maryati terasa sangat basah dan gatal. mbak Maryati bangkit melepaskan kontolku dari mulutnya kemudian melepaskan cd-nya yang sudah sangat basah. Cd itu dimaukkannya ke dalam saku baju longgar yang masih menempel di tubuh mbak Maryati . Kemudian berdiri membelakangiku. Aku tahu apa yang dilakukannya. Kuhentikan gerakannya dan dudukku pindah ke kursi yang langsung menghadap jendela sehingga kami bisa lihat jika ada yang mau masukke pagar rumahku. Aku masih berpakaian lengkap, hanya kontolku saja yang menerobos keluar dari sleting celana yang terbuka. Istri tetaggaku berdiri mengangkangi pahaku dengan paha yang terbuka lebar, mbak Maryati menarik ujung bawah baju longgarnya hingga ke pinggang dan kubantu pegangi ujung baju itu agar tidak melorot jatuh. Lututnya menekuk agar pantat mbak Maryati mendekati selangkanganku, mbak Maryati raih kontolku dan diarahkan ke mulut lubang tempik Mbak Maryati mbak Maryati yang sangat basah. Lalu…. Blesshhh…. perlahan-lahan mbak Maryati menurunkan pantat mbak Maryati hingga kepala kontolku menerobos lubang tempik Mbak Maryati mbak Maryati . Gerakannya demikian perlahan, sehingga penerobosan kepala kontolku pada lubang tempik Mbak Maryati mbak Maryati begitu lama dan sangat nikmat, mataku terpejam menikmati nikmat yang kurasakan dan dengan pelan mulutku mngeluh “Uhhh…..” Gerakan penerobosan itu terhenti ketika pantat mbak Maryati menekan sangat rapat bagian bawah perutku sehingga batang kontolku amblas hingga kepangkalnya. mbak Maryati menekan cukup lama tempik Mbak Maryati mbak Maryati , kurasakan sambutan meriah dilakukan oleh dasar lubang tempik Mbak Maryati mbak Maryati terhadap kepala kontolku . Kepala kontolku serasa dihisap dan diremas nkmat oleh tempik Mbak Maryati mbak Maryati tetanggaku ini. Dinding tempik Mbak Maryati mbak Maryati tak henti-hentinya berkedut memberikan sensasi nikmat pada ujung-ujung syarat nikmat yang ada pada seluruh permukaan kepala dan batang kontolku . Secara perlahan pinggul Mbak Maryati berputar agar batang kontolku mengucek dan mengocok dinding tempik Mbak Maryati mbak Maryati , kenikmatan semakin melambungkanku. Semakin lama gerakan pinggul Mbak Maryati semakin bervariasi, berputar, melonjak, bergoyang, patah-patah bahkan maju- mundur membua batang kontolku seperti diplintir dan digiling oleh mesin penggilingan nikmat. Semakin lama gerakannya semakin cepat, dan nafasnya semakin memburu dan tak lama kemudian badannya melonjak-lonjak keras dan diakhiri dengan tekanan tempik Mbak Maryati mbak Maryati yang sangat kuat sehingga kontolku masuk sedalam- dalamnya, dinding tempik Mbak Maryati mbak Maryati dengan dahsyat memeras dan menjepit batang kontolku dengan sangat kuat serta kedutankedutan dinding tempik Mbak Maryati mbak Maryati begitu cepat . Baca Juga Cerita Sex Anak Temanku Badannya terdiam kaku, mulutnya terkatup rapat menahan agar jeritan nikmatnya tak keluar dan kepalanya ditekankan pada pundakku, lalu beberapa detik kemudian badannya terhempas lunglai diatas tubuhku, nafasnya terengah-engah. Kusibakan jilbab lebar yang menutupi wajahku, tetanggaku menoleh kearahku dan menciumku lembut dan mesra sebagai tanda bahwa sangat puas dengan orgasme yang baru digapainya. Sambil berciuman kurasakan bahwa jepitan dan kedutan dari dinding tempik Mbak Maryati mbak Maryati semakin melemah, pantatku menghentak keatas, sehingga batang kontolku yang masih tegang menggesek dinding tempik Mbak Maryati mbak Maryati yang semakin basah dan licin, rasa nikmat kembali menjalar ditubuhku mengakibatkan pantatku tanpa dapat kukendalikan pantatku menghentakhentak agar gesekan dan kocokan kontolku di dalam tempik Mbak Maryati mbak Maryati terus-menerus memberikan rasa nikmat pada kontolku . Hentakan-hentakan tubuhku menyebabkan gairah kembali bangkit dan mbak Maryati membalas hentakan-hentakan pantatku dengan gerakan pinggul yang liar, semakin lama semakin liar dan tak lama kemudian kembali mbak Maryati mengejang menggapai nikmat dengan mulut yang terkatup rapat ditandai dengan remasan dan jepitan yang kuat dari dinding tempik Mbak Maryati mbak Maryati pada batang kontolku . Beberapa kali mbak Maryati mencapai orgasme dalam posisi seperti itu dalam jeda waktu hanya beberapa menit untuk setiap pencapaian orgasme berikutnya. Hingga akhirnya mbak Maryati benar- benar terkulai lemah tidak mampu membalas hentakanhentakanku. Kubiarkan mbak Maryati terkulai beberapa menit di atas tubuhku sambil badannya kepeluk dari belakang dan pipinya kucium dan secara perlahan kuremas- remas buahdadanya dari luar baju longgarnya. Setelah kurasakan tenaganya terkumpul, kuangkat tubuh mbak Maryati agar kerdiri bersamaaan dengan tubuhku, namun kutahan agar kontolku tidak lepas dari tempik Mbak Maryati mbak Maryati , kudorong tubuh mbak Maryati agar mendekat ke kursi tamu yang berada tepat membelakangi jendela, kutekan punggungnya agar membungkukkan badan dengan memegang bagian atas sandaran kursi yang berada di pinggir jendela sebagai pegangan untuk menjaga keseimbangan tubuh mbak Maryati , Sedangkan kontolku masih menusuk tempik Mbak Maryati mbak Maryati dari belakang melalui belahan pantatnya, suatu posisi dogy style sambil berdiri. Ujung baju lebar yang ia kenakan semakin aku sibakkan ke arah pinggangnya sehingga kedua tanganku dapat memegang pantat mbak Maryati yang putih bulat menggairahkan. Perlahan aku mulai mengerakkan pantatku agar kontolku menusuk-nusuk tempik Mbak Maryati mbak Maryati lebih dalam. Cengkraman tempik Mbak Maryati mbak Maryati dalam posisi seperti ini semakin kuat menjepit membuat kenikmatanku semakin bertambah, basah dan licinnya tempik Mbak Maryati mbak Maryati membuat gesekan dan kocokan kontolku begitu lancar di dalam tempik Mbak Maryati mbak Maryati . Kepalanya teranggukangguk menerima hentakan dan dorongan pinggulku. Kenikmatan kembali menjalar ke seluruh pebuluh darahnya, mbak Maryati membalas sodokan kontolku dengan menggoyang dan memutar pinggul Mbak Maryati laksana seorang penari dangdut membuat kenikmatan yang kuterima semakin bertambah. Semakin lama goyang pinggul Mbak Maryati semakin liar dan menghentak-hentak dan tak memerlukan waktu lama kembali tubuh mbak Maryati kejang kaku, tangannya mencengkram sandaran kursi dengan sangat kuat, kepalanya terdongak ke atas. Dengan jerit tertahan kembali mbak Maryati mengalami orgasme yang hebat. Kudiamkan sejenak ketika mbak Maryati menikmati sensasi orgasmenya, karena pada saat itu aku sangat menikmati cengkraman, jepitan dan kedutan- kedutan dinding tempik Mbak Maryati mbak Maryati pada kontolku . Setelah kedutan dan cengkraman dinding tempik Mbak Maryati mbak Maryati melemah, kembali aku menusuknusukkan kontolku . Setelah beberapa detik kemudian pinggul Mbak Maryati kembali bergerak liar membalas sodokan-sodokan kontolku , dan hanya beberapa menit berselang kembali mbak Maryati mengalami orgasme untuk yang entah keberapa kalinya pada saat itu. Beberapa kali ia orgasme dalam posisi seperti itu hingga akhirnya tubuh mbak Maryati ambruk ke atas kursi dan mengeluh pelan dan panjang “Uuhhhhhhh………” Pada saat itu, aku merasa orgasme akan menghampiriku, maka tubuh mbak Maryati langsung kubalik agar telentang dengan kepala berada pada sandaran kursi bagian tengah. Kedua tanganku kugunakan untuk membuka lebar-lebar pahanya sehingga tempik Mbak Maryati mbak Maryati yang basah dan licin semakin jelas terlihat mempesona. Kuarahkan kepala kontolku pada mulut lubang tempik Mbak Maryati mbak Maryati dan dengan cepat kudorong kontolku hingga amblas sampai ke pangkalnya. _Lalu dengan semangat yang menggila aku pompa tubuh mbak Maryati dengan hentakan-hentakan yang liar dan tak terkendali. Beberapa saat sebelum aku meraih puncak orgasmeku, samar-samar kulihat istri dan anakku pulang dan sedang ngobrol dengan temannya beberapa meter sebelum tiba di depan rumah. Rasa takut yang datang tiba- tiba menyebabkan aku menjerit tertahan dan pejuhkupun muntah tanpa dapat kubendung. crot ….. crot …. crottttt……. Uhhh…. suatu pencapaian oragsme yang sangat mendebarkan dan membuat jatung ini serasa mau copot. Dengan tergesa-gesa aku mencabut kontolku yang masih beberapa kali memancarkan pejuh , sehingga beberapa tetes pejuh menempel pada baju longgar yang dikenakan mbak Maryati dan beberapa tetes. Kumasukkan kontolku yang masih setengah tegang ke balik celanaku dan kutarik sleting. Aku sedikit khawatir karena bagian depan celanaku begitu basah oleh cairan kenikmatan mbak Maryati . Aku langsung mengeluarkan beberapa dus jamu dari dalam lemari dan menyimpannya di atas meja, sementara mbak Maryati berusaha merapihkan baju longgar dan jilbabnya agar tidak mencurigakan. Ada sedikit basah di sana-sini oleh keringat kami yang membanjir. mbak Maryati berusaha duduk tenang, dan tak lama kemudian istri dan anak- anakku masuk ke rumah melalui pintu yang sengaja terbuka. “Eehhh… ada tamu…! Udah lama, mbak ?” kata istriku seraya matanya melirik beberapa dus jamu yang kusimpan di atas meja. “Ahh…., ‘Ngga… baru saja…., Anu mbak …, saya mau beli jamu yang biasa…, namun ternyata Sukrik tidak tahu, malah akhirnya mbak Maryati perlihatkan semuanya pada saya…” Sahut mbak Maryati berbohong dengan lihainya, sambil berusaha menutupi kegugupannya…. “Oohhh…, emangnya Sukrik udah pulang ? ” tanya istriku dengan senyum penuh arti “Kabarnya malam ini mbak Maryati pulang…” jawab mbak Maryati pula “Harus siap-siap dong…., biar asyik !” goda istriku sambil tertawa genit pada mbak Maryati , kemudian mbak Maryati menambahkan lagi “Panas sekali udara saat ini, Badan saya saya basah oleh keringat…” Kata istriku memperlihatkan bajunya yang basah oleh keringat. “Betul.., mbak ! Akan turun hujan barangkali…..” jawab mbak Maryati seolah-olah mendapatkan alasan yang tepat atas keringat yang membasahi baju longgarnya. Kutinggalkan mereka berdua di ruang tamu dan aku masuk ke kamarku sambil berbaring dan merenung kejadian luar biasa yang baru saja terjadi. Tak lama kemudian mbak Maryati pulang dan istriku menghampiriku. mbak Maryati duduk di pinggir tempat tidur dan berkata “Pah…, kalau pipis jangan jorok…, malu kan sama tetangga, lihat tuh bagian depan celana Papah basah !” sambil menunjuk bagian depan celanaku. “Anu…, Mah tadi tersiram dari gayung…, waktu papah pipis” kataku berbohong. Kejadian itu betul-betul mendebarkan, namun aku merasakan sensasi yang luar biasa pada waktu melakukannya, apalagi hampir-hampir saja istriku memergoki apa yang kami lakukan
Aleo's Tube Store



Tidak ada komentar:
Posting Komentar