⚡ VIRUS AIR MATA: TURUK YULIATI DI KLAIM ATASAN (BAB 10)
Bu Yuliati kini menjadi **master of time-slot**. Dengan birahi yang telah melampaui logika, ia mengatur jadwalnya dengan rapi, memastikan **Pak Irul** (pendek, rapi, dada berbulu) tetap mendapat jatah brutalnya, tanpa mengetahui kehinaan yang Yuliati alami bersama **Mas Al**, sang OB, yang menuntaskan **turuk gatalnya** setiap malam. Fauziah tetap mengintai, namun tidak punya petunjuk jelas tentang apa yang sebenarnya terjadi di kantor itu.
π°️ JATAH IRUL: ANTARA CINTA LAMA DAN RACUN BARU
Sesi bersama Pak Irul kini terasa berbeda bagi Yuliati. Meskipun ia tetap mampu mengeluarkan **air mata bak mabuk birahi** yang selalu membuat Irul tergila-gila, kenikmatan itu terasa hampa. Hatinya telah terbiasa dengan tingkat degradasi dan kekasaran **kontol Mas Al** (dengan ritual menjilat anus dan meminum air seni) yang tak pernah bisa ditandingi Irul.
Irul tetap mendapatkan sesi singkat 5 menit di gudang atau mobil dinas. Ia masih melihat air mata Yuliati dan masih terangsang olehnya. Namun, ia tidak menyadari bahwa ia hanya mendapatkan sisa-sisa energi gairah dari **turuk** Yuliati yang sudah lemas setelah **dikentu** OB. Ia adalah **suplemen**, bukan lagi makanan utama. Keteraturan ini membuat Irul puas dan tidak curiga sedikit pun pada Mas Al.
Irul menarik napas kasar di bahu Yuliati yang basah oleh air mata birahi. "Kamu selalu yang terbaik, Yul. Tidak ada yang bisa membuatku gila seperti ini," bisik Irul, buta oleh kesombongannya sendiri.
πΌ Koleksi Kekuasaan: Dominasi Mutlak dari Aleo's Tube Store
Pilihan untuk yang berada di puncak hirarki, menuntut kepatuhan total.
π¨ PAK RIZKY: ATASAN SEJATI TERBANGKITKAN
Di puncak hirarki kantor, ada **Pak Rizky**, atasan langsung Bu Yuliati dan juga atasan Mas Al. Pak Rizky adalah penguasa sejati, jauh lebih berkuasa daripada Irul. Sudah lama ia memperhatikan Bu Yuliati. Setiap kali Yuliati, dengan wajah **sawo matang manis dan hijabnya yang alim**, berbicara dengannya, Yuliati selalu menitikkan air mata, entah karena tekanan kerja atau rasa bersalahnya yang kronis.
**Air mata itu kini menjadi virus yang menginfeksi gairah Pak Rizky.** Ia menyadari, wanita Supervisor ini memiliki titik lemah yang sangat dalam, dan ia ingin mengklaim air mata itu untuk dirinya sendiri. Di mata Pak Rizky, Yuliati adalah mainan paling berharga yang belum ia sentuh.
Suatu sore, ketika Irul sudah pulang dan Mas Al sedang bersih-bersih di lantai bawah, Pak Rizky memanggil Yuliati ke ruangan kantornya yang tertutup rapat. Begitu pintu terkunci, Yuliati, tanpa sadar, mulai menunduk. **Pak Rizky, sang Atasan**, melangkah mendekat, matanya tajam memandangi wajah Yuliati yang sudah basah oleh **air mata birahi** yang mulai keluar secara refleks. Ini adalah penguasaan yang berbeda: **penguasaan kekuasaan.**
Pak Rizky mengangkat dagu Yuliati yang menangis. **"Kamu cantik sekali, Yuli, saat menangis. Turuk basahmu itu... aku akan menjadikannya milikku, bukan milik suamimu, bukan milik Irul yang kecil itu, apalagi milik kontol OB itu. Malam ini, Supervisor, kamu akan belajar arti dominasi sejati."**
Yuliati terkesiap. Bagaimana Pak Rizky tahu tentang Irul dan Mas Al? Di hadapan **Atasan** yang berkuasa penuh ini, Yuliati merasa kehinaan yang paling murni. Ia, si Supervisor, kini menjadi budak dari tiga tingkat hirarki kantor yang berbeda. **Kehancuran totalnya baru saja dimulai.**








Tidak ada komentar:
Posting Komentar