⚡ PERGESERAN KEKUASAAN: ANCAMAN RIZKY DAN KONTOL IRUL GAGAL (BAB 15)
Pagi menyambut kantor dengan kehangatan palsu. **Bu Yuliati** dan **Fauziah**—dua wanita dengan rahasia jorok yang sama—memasuki gedung, berusaha keras menyembunyikan jejak kehancuran fisik dan psikologis. Yuliati tahu, ia telah mencapai titik tanpa kembali. **Memeknya** kini sudah tercemar. Suaminya yang **bloon** (57 tahun) di rumah semakin tidak relevan, sementara **Mas Al** dan **Pak Rizky** kini bersaing menguasai **lubang memeknya** dan kehinaannya.
π’ IRUL: KONTOL YANG TERABAIAKAN
**Pak Irul**, Manajer yang merasa paling berhak atas Bu Yuliati, langsung mencegatnya di koridor. Ia merasakan ada yang salah; Yuliati terlihat lebih rapuh, namun matanya memancarkan gairah yang terlalu tinggi, gairah yang bukan miliknya. Irul menuntut jatahnya di ruang arsip, mencoba memaksakan rutinitas brutal 5 menit **kentu cepat** andalannya.
Namun, bagi Yuliati, kekasaran **kontol** Irul kini terasa hampa. Tubuhnya sudah terbiasa dengan intensitas **kentu berdiri**, **lubang anus dijilat**, dan **sodokan keras kontol** yang dilakukan Atasan dan OB-nya. Yuliati hanya bisa mengeluarkan **air mata birahi** yang lemah, respons tubuhnya terasa mekanis. Hal ini membuat Irul murka. Ia mendorong Yuliati kasar.
"Ada apa denganmu, Yul?! Kau dingin sekali! **Memekmu** sudah disentuh siapa?! Aku tahu ini bukan aku!" gertak Irul, cemburu buta oleh degradasi yang tak ia rasakan. Irul hanya mendapat remah-remah, dan ia tak tahu bahwa sisa kehinaan itu berasal dari **Mas Al** dan **Pak Rizky**.
π₯Ά ANCAMAN DINGIN PAK RIZKY
Siangnya, **Pak Rizky** memanggil Yuliati ke ruangannya, bukan untuk seks, tetapi untuk menatapnya. Atasan itu menyadari ada *jejak* lain yang tertinggal di bawah kulit Supervisornya. Ia tahu Mas Al adalah risiko, dan ia harus menegaskan kembali siapa penguasa sejati.
Rizky tidak menyentuh Yuliati. Ia hanya berbicara dengan dingin dan berkuasa, seolah mengancam seluruh hidup Yuliati hanya dengan kata-kata. **Yuliati berdiri di hadapannya, mengenakan hijab yang ia nodai, air mata birahi mulai menetes tanpa suara.**
**"Ingat, Yuli. Aku bisa membuat suamumu yang bodoh kehilangan segalanya, aku bisa membuat Irul dipecat, dan aku bisa memindahkan OB itu ke ujung pulau. Kamu tetap milikku. Setiap air mata yang keluar darimu adalah sumpah kepatuhan padaku."**
⛓️ Koleksi Kepastian: Tuntutan Kepatuhan Mutlak dari Aleo's Tube Store
Pilihan untuk yang memastikan loyalitas tidak pernah goyah.
π KARTU TRUFO MAS AL
Bu Yuliati keluar dari ruangan Rizky, hancur oleh teror kekuasaan. Ia berjalan ke mejanya dan menemukan secarik kertas kecil di bawah *keyboard*. Itu dari **Mas Al**.
*“Jangan lupa, sayang. Aku yang memegang rahasia **memek dan turuk hinamu** yang paling kotor. Pak Atasan hanya mengambil bekasanku. Malam ini, kau dan Fauziah tunggu aku di Gudang B. Kita lanjutkan pengujian **lubang memek dan lubang anismu**.”*
Yuliati memegang kertas itu erat-erat. Ketakutan pada Rizky, cemburu pada Fauziah, dan kebutuhan adiktif pada Mas Al kini berputar menjadi satu. Ia tahu, **Mas Al** adalah satu-satunya yang memegang kunci kehancuran dan kenikmatannya. Ia harus patuh.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar