Bila Hidup Tidak Memberi Cahaya — Jadilah Ledakan Itu Sendiri
Semua orang ingin hidup terang. Tapi tidak semua siap berjalan di lorong gelap dengan dada sesak dan kepala penuh pertanyaan. Jika kamu masih bertahan, berarti jiwamu belum menyerah.
Teruslah berusaha. Meski langkahmu digeret angin malam. Meski hatimu perih seperti aspal disiram bensin panas.
Positif thinking bukan berarti buta realita. Itu cara menjaga pikiranmu tetap waras. Karena kepala manusia itu seperti server perusahaan: kalau terdampak virus pikiran negatif, sistemmu ikut runtuh.
Di luar sana banyak seminar mahal yang menjual “jalan pintas”. Lampunya terang, energinya meriah— tapi begitu kamu pulang, isinya cuma kosong seperti gudang tua. Jangan biarkan dirimu dipoles kata manis yang tidak ada rutenya.
π Eksklusif: Teman Terbaik Langkah Perantau
Koleksi pilihan Aleo's Tube Store untuk kenyamanan perjalanan jauhmu.
Perangkat travel esensial yang ringkas dan fungsional untuk mendukung gaya hidup nomaden, perantau dll
LOA itu nyata. Energi itu hidup. Tapi arahmu harus benar. Fokusmu harus jernih. Karena kalau salah jalur, kamu bukan menarik rezeki— kamu menarik jurang.
Hidup tidak peduli seberapa lelah kamu. Tapi anehnya… semesta menghormati mereka yang tetap melangkah.
Dan bila jalanmu terlalu gelap…
…bakar aspalnya. Biarkan nyalanya membimbing langkahmu. Biarkan panasnya membangunkan keberanianmu. Biarkan cahayanya menelanjangi arah tujuanmu.
Kamu tidak lahir untuk menjadi bayangan. Kamu tidak diciptakan untuk jadi penonton hidupmu sendiri. Kamu adalah bara yang tidak mau mati. Sekecil apa pun nyalanya—ia tetap api.
Maka terangi jalurmu. Terangi harimu. Terangi orang yang menertawakanmu dari jauh.
Api tidak menunggu izin untuk menyala. Begitu pula kamu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar