BACA ARTIKEL INI SAAT KAMU BERADA DI TITIK TERENDAH: Transformasi Identitas dan Kesadaran
Fase sakit, kehilangan, dan keterpurukan (titik terendah) bukanlah akhir, melainkan jalan untuk mengganti identitas lama menjadi identitas baru, yang penuh dengan kualitas dan kelimpahan. Dalam konteks ini, sangat penting bagi para **perantau** yang menghadapi tantangan sendirian untuk memahami esensi hidup: bahwa kehidupan adalah paket utuh yang harus menerima siang dan malam, suka dan duka, tidak bisa hanya salah satu.
1. Titik Terendah sebagai Gerbang Menuju Kesadaran
Saat kita jatuh dan merasa mentok, ini menunjukkan bahwa jiwa dan konsepsi hidup kita membutuhkan pengalaman yang lengkap. Semesta atau Tuhan ingin kita menerima dualitas kehidupan:
- Menerima Semua Spektrum Rasa: Jiwa menjadi kaya ketika ia mengalami semua rasa: manis, asin, pahit, bahagia, dan sedih. Berhati-hatilah untuk tidak "menganak-tirikan" perasaan sedih, karena itu adalah bagian dari kehidupan [00:04:07].
- Identitas Lama: Jika kita terus merasa menjadi korban, kekurangan, atau merasa tidak layak, itu menunjukkan bahwa energi kita bocor. Inilah identitas lama. Afirmasi apa pun yang digunakan, hasilnya hanya sementara (capek), dan tidak berkelanjutan [00:15:58].
2. Kunci Ilmiah Manifestasi dan Identitas Baru
Proses menuju identitas baru yang bahagia dan berkelimpahan bukan hanya dengan afirmasi, tetapi perlu mengganti "frame" dari cerita hidup kita. Filosofi ini didasarkan pada konsep dari Abdullah dan Neville Goddard (Law of Assumption) serta Teori Relativitas Albert Einstein (Konsep ruang kesadaran/Dimensi 4):
- Berhenti Melawan: Menghindari rasa sedih atau berpikir untuk melawan rasa sakit tidak akan mengubah apa pun. Satu-satunya cara adalah **menyadari** dan **menerima** ("berhenti melawan") apa yang sedang terjadi [00:10:31].
- Memilih Film (Konsep Dimensi 4): Dalam realitas, semua cerita masa depan kita (role film) sudah selesai dibuat. Kita hanya perlu memilih *frame* mana yang ingin kita masuki. Di Dimensi 4 (ruang kesadaran) semua yang kita inginkan sudah tersedia [00:12:12].
- Porsi Kerja yang Benar: Manifestasi membutuhkan sisi **Non-Teknis** (bayangkan, rasakan sensasinya, lalu lepaskan) dan sisi **Teknis** (gerak). Tidak perlu ikut campur soal hasil, karena hasil adalah wilayah Kecerdasan Semesta [00:27:24].
3. Kelimpahan Bukan Hanya Uang
Kelimpahan (abundance) tidak diukur dari Ferrari atau pakaian sutra. Sebaliknya, kelimpahan ada dalam **mental rasa hati** yang merasa cukup dan bersyukur atas apa yang ada [00:18:51]. Inilah kebahagiaan yang berkelanjutan. Lihat hidup sebagai seni yang dapat bangkit kembali di masa yang sulit.
**Didukung Oleh:** Aleo's Tube Store | Belajar Pengembangan Peneliti Ilmiah dan Komunikasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar