// server.js import express from "express"; import fetch from "node-fetch"; import cors from "cors"; const app = express(); //]]>
πŸ„°πŸ„»πŸ„΄πŸ„Ύ'πŸ…‚
πŸ…ƒπŸ…„πŸ„±πŸ„΄
πŸ…‚πŸ…ƒπŸ„ΎπŸ…πŸ„΄

Konten cerdas. Produk tepat. Hasil nyata.

🌎 GLOBAL ACCESS
#AleosTubeStore #DigitalNomad #SEO2026 #KemandirianEkonomi #AnakRantau

Kamis, 22 Januari 2026

Ketika Penjilat Menjadi Pejabat

Negara Khayalan: Ketika Penjilat Menjadi Pejabat - Aleo's Tube Store

Negara Khayalan: Ketika "Orang Bodoh" Berlagak Pintar di Kursi Parlemen

Ilustrasi Ketidakadilan

Inilah tragedi terbesar kita: Orang bodoh yang berlagak pintar. Hanya karena pandai menjilat dan memiliki koneksi, mereka berhasil menduduki kursi parlemen tanpa kompetensi sedikit pun. Akibatnya, kita hidup di negara yang terasa seperti khayalan sial—ada di peta, tapi tidak hadir saat rakyat menderita.

"Sebelum berkuasa, mereka menjual nama Tuhan dan nasib rakyat dalam kampanye. Setelah duduk, mereka menggali lubang untuk mencuri, dan sialnya, pencurian itu masih dibalut dengan dalil-dalil suci."

Kolotisme dan Akhir dari Ketololan

Selama Indonesia dipimpin oleh orang-orang kolot yang lebih mengutamakan loyalitas buta daripada kecerdasan, kita akan terus berakhir dalam lingkaran ketololan. Di negara maju, pemimpin dipilih karena visi dan solusi teknis. Di sini, pemimpin dipilih karena seberapa pandai mereka bersandiwara.

Negara Maju (Jerman/Australia)
Pejabat adalah teknokrat. Salah kebijakan? Mundur karena malu. Pajak kembali ke rakyat.
Negara Khayalan (Kita)
Pejabat adalah penjilat. Salah kebijakan? Cari kambing hitam atau buat aturan baru untuk memeras rakyat.

Apakah kita akan terus diam? Ataukah kita akan mulai sadar bahwa sistem ini harus direvolusi secara mental dan sistemik sebelum semuanya terlambat?

Jangan Biarkan Ketololan Sistem Menghambat Rezeki Anda.
Bangun Kemandirian Ekonomi dengan Produk Unggulan dari Aleo's Tube Store.
Kita Tidak Bisa Berharap pada Pejabat, Tapi Kita Bisa Berharap pada Diri Sendiri!

Ruang Provokasi (Pro vs Kontra):

Promotor (Pendukung Status Quo): "Anda terlalu pesimis! Pemerintah sedang berusaha. Membangun negara tidak semudah membalik telapak tangan. Kita harus tetap menghormati pemimpin yang sudah dipilih sah secara hukum!"


Pengunjung (Kontra): "Hormat pada pencuri berdalil? Hukum mana yang Anda maksud? Hukum yang dibuat untuk melindungi mereka sendiri? Jangan bodohi kami lagi dengan narasi 'sedang berusaha' sementara perut rakyat makin melilit karena pajak yang tak jelas arahnya!"

Tags: #KritikSosial #PejabatPenjilat #AleosTubeStore #ReformasiIndonesia #PajakRakyat #NegaraKhayalan #IndonesiaSadar

Tidak ada komentar:

Entri yang Diunggulkan

Cara Mengatasi Kebosanan Sebagai Karyawan

https://www.youtube.com/channel/UCTHGlP7T12oHv2QHDuw0C3g Burnout atau Sekadar Bosan? Cara Mengembalikan Gairah Kerja bagi Karyawan ...

πŸ‘‰/☀️
OMNI GOD – Telur Negeri Glow
πŸ”ž️
𝐂𝐫𝐨𝐭𝐛𝐒𝐧𝐨𝐑'
/* EYE BASE */ .eye{ position:relative; display:inline-block; width:20px; height:12px; margin:0 6px; border:2px solid #fff; border-radius:50%; animation:blink 5s infinite; overflow:hidden; } /* IRIS */ .eye::after{ content:''; position:absolute; top:50%; left:50%; width:5px; height:5px; background:#fff; border-radius:50%; transform:translate(-50%,-50%); animation:look 3.5s infinite ease-in-out; } /* BLINK */ @keyframes blink{ 0%,92%,100%{transform:scaleY(1)} 94%{transform:scaleY(.1)} 96%{transform:scaleY(1)} } /* LOOK LEFT - RIGHT */ @keyframes look{ 0% { transform:translate(-50%,-50%) translateX(0); } 25% { transform:translate(-50%,-50%) translateX(-4px); } 50% { transform:translate(-50%,-50%) translateX(4px); } 75% { transform:translate(-50%,-50%) translateX(-2px); } 100% { transform:translate(-50%,-50%) translateX(0); } }