Memilih Menjadi "Asing": Saat Kesendirian Lebih Menenangkan Daripada Saudara Sendiri
Fenomena "saudara tak kenal saudara" seringkali disalahartikan sebagai kebencian atau permusuhan. Padahal, bagi banyak orang—terutama kaum anak rantau atau para nomad yang sudah mandiri—memutus interaksi intens bukan karena ada dendam, melainkan demi menjaga kesehatan mental dan stabilitas hidup.
Mengapa Memilih Menjadi Asing?
Terkadang, keberadaan saudara menuntut kita untuk selalu "siap segalanya". Siap meminjamkan uang, siap menampung keluh kesah, siap dikritik cara hidupnya, hingga siap mengorbankan privasi. Bagi individu yang sedang berjuang di tanah perantauan, beban ekspektasi ini seringkali jauh lebih berat daripada rasa rindu itu sendiri.
Memilih jalan sunyi atau low contact adalah strategi pertahanan diri. Lebih baik dianggap sombong atau "tak kenal saudara" daripada harus hancur bersama karena dinamika keluarga yang toksik atau eksploitatif. Ini adalah pilihan sadar untuk tetap waras.
Diskusi Pengunjung:
Aleo's Tube Store mendukung kemandirian dan kesehatan mental Anda. Menjadi nomad bukan berarti kita lupa akar, tapi kita sedang membangun fondasi yang lebih kuat agar suatu saat bisa membantu tanpa harus menghancurkan diri sendiri.
#AleosTubeStore #AnakRantau #KesehatanMental #SelfCare #FenomenaSosial #NomadLife #FamilyBoundaries #PsikologiKeluarga
Ilustrasi: Kekuatan Data dan Jaringan Nomaden Aleo's Tube Store
