Kenangan Kelam di Atas Beat Merah Hitam: Rahasia Sang Nomad
Dik Yuli, sejujurnya aku akui dari dulu kamu adalah wanita termanis yang pernah aku kenal. Setiap kali berpapasan denganmu atau setiap kali kamu memintaku memboncengmu untuk mendata konsumen, pikiranku selalu ngeres. Kadang sensasinya begitu kuat sampai serasa ingin ngompol di celana. Bahkan, aku sering sekali berfantasi sambil membayangkan wajahmu, kemanjaanmu, suaramu, hingga mimik mukamu yang sangat membuatku terbakar birahi hebat. Namun, aku masih mampu menahan diri untuk tidak mewujudkannya secara langsung padamu.
Puncaknya adalah saat kita berada di Showroom Gresik. Waktu itu suamimu sedang mutung dan tidak menjemputmu. Kita pun terpaksa pulang berdua, berboncengan motor Beat merah hitam melintasi jalanan sunyi di pematang sawah untuk melanjutkan tugas mendata konsumen. Saat kita membicarakan hal-hal yang berbau dewasa, pertahananku hampir runtuh. Aku hampir saja memperkosamu saat itu juga di tengah sepinya sawah.
"Mas, jalannya kok sepi banget ya? Agak takut..." bisikmu pelan sambil merapatkan dudukmu, jemarimu mencengkeram erat pinggangku.
"Tenang saja Dek, ada aku di sini..." jawabku dengan suara parau, sambil merasakan sensasi setiap napasmu di punggungku.
Guncangan motor Beat ini membuat tubuhmu berkali-kali menekan punggungku. Aku hanya bisa terdiam dengan jantung yang berdegup kencang, menahan gejolak yang nyaris tak terkendali. Kita terus menyusuri pematang sawah itu, melakukan pendataan satu demi satu konsumen, sementara di dalam kepalaku, pertempuran antara nafsu dan logika terus berkecamuk hebat. Sebagai seorang nomad, aku tahu batas, tapi keberadaanmu sore itu benar-benar menguji titik nadir kewarasanku.
DI SHARE YA BIAR TAMBAH SEMANGAT BIKIN CERITA DLL!
Aleo's Tube Store

Debat Pengunjung
Admin Aleo: "Cerita yang sangat jujur! Menunjukkan sisi gelap yang nyata di lapangan kerja, tapi untungnya penulis masih punya kontrol diri."
Siska_Gresik: "Sumpah ini serem banget! Kalau aku jadi Dek Yuli, aku nggak akan mau lagi diajak boncengan. Pikirannya sudah kriminal itu!"
Rider_Sejati: "Ini realita di jalanan. Kadang situasi sepi dan kedekatan fisik memang memicu adrenalin. Yang penting tidak ada aksi nyata yang merugikan."
Anti_Pelecehan: "Fantasi boleh, tapi kalau sudah ada niat 'hampir memperkosa', itu tandanya kamu butuh bantuan profesional sebelum benar-benar kejadian!"