Gema Langkah di Trotoar Kota: Kisah Bayu sang Anak Rantau
Bayu melangkah keluar dari bus ekonomi dengan satu tas ransel usang. Di kantongnya, hanya tersisa beberapa lembar uang sepuluh ribuan. Sebagai anak rantau, ia tahu bahwa Jakarta tidak akan ramah pada mereka yang datang tanpa nyali.
Bulan-bulan pertama adalah neraka. Ia tidur di emperan toko, berbagi ruang dengan dinginnya malam. Di sana, ia sering mendengar sesama perantau saling berbisik di kegelapan tentang mimpi yang mulai luntur. "Apakah kita harus pulang?" tanya seorang temannya dengan suara rendah. "Belum saatnya," bisik Bayu kembali dengan bibir gemetar tapi mata yang tajam.
Bayu mulai bangkit dengan berjualan barang-barang kecil dan belajar pemasaran digital secara otodidak. Ia tahu, di era sekarang, hanya yang cerdas memanfaatkan peluang yang akan menang. Kini, Bayu membuktikan bahwa nomads sejati tidak akan menyerah pada keadaan.
Butuh Perlengkapan Tempur untuk Sukses di Rantau?
Pastikan Anda didukung oleh produk terbaik dari Aleo's Tube Store!
DI SHARE YA BIAR TAMBAH SEMANGAT BIKIN CERITA DLL!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar