π₯ DOSA TERLARANG BU YULIATI: SIASAT RAHIM BINAL
Runtuhnya Batas di Penginapan Gresik
Di balik seragam kantor yang kaku, tersimpan api yang siap melahap apa saja. Bu Yuliati (41), supervisor manis berkulit sawo matang, kini terjebak dalam pusaran gairah yang ia ciptakan sendiri. Kesepian dari Pak Dodik, suaminya yang telah dimakan usia, membuatnya haus akan pengakuan sebagai seorang wanita seutuhnya.
Sebagai kaum nomad lapangan, Yuliati sering menghabiskan waktu bersama para kolektor. Salah satunya adalah Pak Irul. Irul bukanlah pria tampan bak model, ia pendek dan memiliki dada yang sangat berbulu, namun ia memiliki kepekaan yang mematikan. Ia tahu kapan harus menyentuh, dan kapan harus membakar.
"Bu Yuliati, mata sampeyan nggak bisa bohong. Ada haus yang nggak terpadamkan di sana," bisik Irul saat mereka menepi di sebuah warung sepi saat survei lapangan.
Api itu akhirnya meledak di sebuah penginapan tua di sekitar Alun-Alun Gresik. Begitu pintu tertutup, Yuliati tidak lagi menangis karena sedih, ia mengerang karena lapar akan sentuhan. Irul dengan brutal merobek kewibawaan Yuliati. Lidah Irul menyapu bersih air mata di pipi Yuliati, sebelum akhirnya turun ke bawah, menjelajahi setiap inci kulit sawo matang yang selama ini terbungkus kain rapat.
Yuliati mendesah liar saat tangan kasar Irul meremas asetnya yang masih kencang. "Mas... aku pengen dirusak malam ini," desisnya serak. Irul tanpa ampun mengeluarkan 'senjatanya' yang sudah menegang keras. Bau khas pria lapangan itu justru membuat Yuliati semakin gila. Ia melahapnya dengan brutal, seolah ingin menelan seluruh maskulinitas yang tak ia dapatkan dari suaminya.
Di bawah temaram lampu penginapan, Irul memaksa Yuliati untuk tunduk. Bukan hanya lubang madunya yang ia jamah, tapi Irul merayap ke arah lubang silit Yuliati, memberikan jilatan yang membuat sang supervisor itu melengkungkan punggungnya, menjerit tanpa suara karena nikmat yang terasa menyakitkan sekaligus memabukkan.
"Ampun Mas... aku pasrah... Masukkan semuanya! Jangan pakai kondom, langsung saja lebokno kontol pean ke rahimku! Aku pengen ngerasain pejuhmu di dalem!" teriak Yuliati saat Irul mulai menghujamnya tanpa jeda.
Tangis Penyesalan dan Siasat Menutupi Jejak
Usai badai gairah mereda, Yuliati menangis menyesal dipelukan kontol Pak Irul. "Mas, aku ngesakno bojoku tapi aku ketagihan punya pean," rintihnya. Rasa puas bercampur takut menghantui pikirannya. Ia tak ingin Pak Dodik menaruh curiga jika benih Irul tertanam di rahimnya. Namun, dasar wanita binal, ia tak ingin berhenti begitu saja.
Setibanya di rumah, Yuliati memasang wajah polos. Ia merengek manja layaknya anak kecil yang meminta perhatian kepada Pak Dodik. Ia menggoda suaminya dengan kemanjaan yang dibuat-buat, memaksa Pak Dodik untuk melayaninya malam itu juga. Tujuannya nggilani: agar air mani suaminya bercampur dengan sisa pejuh kental Pak Irul yang masih mengendap hangat di dalam rahimnya.
π SENJATA RAHASIA PRIA SEJATI: ALEO'S TUBE STORE
Ingin daya tahan legenda yang membuat wanita merengek ketagihan? Miliki Premium Stroker MS45. Rasakan jepitan yang tak kalah nikmat dari turuk binal!
PESAN SEKARANG
Gairah Bumil 6 Bulan dan Serangan Mas Al OB
Enam bulan berlalu, dan perut Yuliati benar-benar sudah membuncit kencang. Namun, kehamilan justru membuat hormon birahinya semakin meledak-ledak. Baginya, perut besar bukanlah penghalang, melainkan magnet gairah baru. Saat berpapasan dengan Mas Al, si OB muda yang sedang menyapu koridor kantor, percikan api itu kembali menyala.
"Mbak Yul, biasanya bumil itu turuk-nya gatal pengen dihajar terus ya?" pancing Mas Al. Yuliati dengan binal menjawab: "Sopo seng AREP mas kentu wong meteng?" Spontan Mas Al menariknya, "Aku gelem mbak! Hayuk kentu nang kamar mandi yuk!"
Di dalam bilik kamar mandi yang sempit, Yuliati memilih posisi nungging sambil berpegangan erat pada pinggiran wastafel karena perut besarnya. Mas Al berdiri tepat di belakangnya, menatap lubang turuk Yuliati yang merah dan banjir. Tanpa aba-aba, Mas Al langsung menghujamkan kontol-nya mentok sampai ke pangkal.
Bunyi "plak... plok..." memenuhi ruangan. Di tengah asyiknya gempuran itu, tiba-tiba pintu luar toilet diketuk keras oleh staf lain. Yuliati terlonjak kaget, namun ia justru semakin liar mendesah pelan di telinga Mas Al.
"Mas... cepet Mas, crotno sekarang! Keburu ketahuan! Penuhin janin ini pakai air mani pean!" bisik Yuliati dalam ekstasi yang campur aduk dengan rasa takut.
Mas Al menggeram, seluruh tubuhnya menegang saat ia menyemprotkan pejuh kentalnya berkali-kali ke mulut rahim Yuliati. Mereka pun segera merapikan pakaian dan keluar seolah tak terjadi apa-apa, membawa rahasia baru yang menyatu dalam kandungan sang supervisor binal.
#AleosTubeStore #BuYuliati #PakIrul #MasAlOB #SkandalKantor #BumilBinal #Kentu #Pejuh #RahasiaRahim #CeritaDewasa #KisahNyata #NomadLife #GresikViral
Tidak ada komentar:
Posting Komentar