π KEBUTUHAN LEMBUR: KECANDUAN KONTOL & TURUK HINA (BAB 9)
Setelah malam kehinaan dengan **kontol Mas Al**, Bu Yuliati kembali menjalankan perannya sebagai Supervisor alim. Ia dan Mas Al kini memiliki kesepakatan diam-diam. Mereka **bermain sangat rapi**. Tak ada yang tahu, bahkan **Pak Irul** yang cemburu atau **Fauziah** yang mengintai, bahwa kehancuran Yuliati yang sesungguhnya terjadi di kantor yang sama, setiap malam, didorong oleh kebutuhan akan **kentu** sang OB.
⏰ RITUAL LEMBUR DAN AIR MATA ADIKTIF
Bu Yuliati mulai sering **sengaja lembur**. Suaminya di rumah tak curiga, dan Irul hanya tahu Yuliati sedang "dingin". Padahal, lembur itu adalah waktu pribadinya untuk memohon diperlakukan seburuk mungkin oleh Mas Al. Ia rela menjadi objek yang dicaci, demi memenuhi **birahi tingkat tinggi** yang hanya bisa ditenangkan oleh **kontol** OB-nya.
Begitu kantor sepi, Yuliati akan pergi ke kamar *Office Boy*. Ritualnya dimulai dengan **air mata**. Bukan lagi air mata penyesalan, melainkan **air mata birahi** yang mendahului kenikmatan yang memalukan. **Mas Al** tidak perlu banyak bicara; melihat Supervisor berhijab itu menangis dan memohon kehinaan sudah menjadi kemenangan mutlak baginya.
Yuliati, dengan suaranya yang **lembut, hangat, dan basah**, memohon: "Tolong, Mas Al. Perlakukan aku seburuk yang kamu mau. Aku ingin turukku kau **kentu** sampai lemas... aku ingin kau hinakan lagi..."
Mas Al tersenyum kejam. **"Kontol ini yang akan membersihkan turuk kotor Bu Supervisor. Malam ini, lubang-lubangmu akan kubuat basah sampai lupa dengan kentu suamimu dan Pak Irul."**
⛓️ Koleksi Degradasi: Pilihan Intim Paling Liar dari Aleo's Tube Store
Untuk pengalaman yang melampaui batas kepatutan.
π LUBANG HINA: PUNCAK KENIKMATAN PALING JIJIK
Kehinaan malam itu bukan hanya terletak pada status mereka, tetapi pada perbuatan yang mereka lakukan. Bu Yuliati, yang kini menjadi budak birahi Mas Al, meminta hal-hal yang paling menjijikkan. **Di sofa kantornya yang mewah, Bu Yuliati berlutut menjilati anus Mas Al, sebelum Mas Al membalasnya dengan menjilati turuk Yuliati yang basah.** Mereka lantas bergantian **mut kontol dan menghisap turuk** satu sama lain, didorong oleh kebutuhan yang telah melampaui batas kewarasan.
Kepuasan dari tindakan-tindakan kotor ini jauh melampaui apa pun yang pernah Irul berikan. Irul hanya menikmati rasa bersalahnya, tetapi Mas Al menuntut **penghinaan total**. Dan Yuliati memberikannya, ia bahkan **sering memohon Mas Al untuk kentu di mulut dan di turuknya**, berharap malamnya akan dipenuhi oleh perlakuan yang brutal dan menjijikkan dari Office Boy-nya. Di balik hijabnya, ia adalah **ratu kehinaan** yang berkuasa di kantor yang kosong.
πͺ️ JEBAKAN YANG SEMAKIN DEKAT
Meski mereka bermain rapi, lingkaran setan ini tidak akan bertahan lama. **Pak Irul** makin curiga dan cemburu atas kedinginan Yuliati, sedangkan **Fauziah** makin rajin mengumpulkan bukti-bukti. Mereka hanya tahu Yuliati "lembur", tetapi tidak tahu sejauh mana kehancuran yang terjadi di malam-malam sunyi itu. Jebakan Fauziah kini tinggal menunggu waktu untuk diaktifkan, dan objeknya adalah Mas Al, si penguasa baru **turuk** Bu Yuliati.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar