RUNTUHNYA BATAS: PEMBURUAN DI BALIK KABUT PAGI
Oleh: Aleo's Tube Store
Kecurigaan Pak Dodik sudah di ubun-ubun. Sebagai perantau kawakan yang kenyang pengalaman di jalanan, instingnya dalam melacak jejak kini ia gunakan untuk membongkar rahasia istrinya sendiri. Pagi itu, ia berpura-pura pamit berangkat survei, namun nyatanya ia bersembunyi di balik tikungan, memantau pintu keluar rumah.
πͺ BISIKAN MAUT DI KAMAR NOMOR 07
Pak Dodik mengikuti motor Pak Irul hingga ke sebuah penginapan melati. Dengan jantung berdegup kencang, ia menempelkan telinganya ke pintu kamar 07. Di dalam, suara tamparan kulit dan napas yang memburu terdengar jelas. Mereka sedang saling berbisik di tengah pergulatan panas.
"Aduh Mas Irul... lebih dalam lagi... bener-bener bikin aku lupa kalau punya suami," bisik Yuliati dengan suara serak basah. "Tenang Yul... mumpung suamimu si tua itu lagi kerja, kita habiskan waktu di sini," balas Irul terengah-engah.
Darah Pak Dodik mendidih. Melalui celah ventilasi, ia melihat istrinya yang selama ini dikenal santun dan selalu berhijab rapi, kini sedang menungging tanpa sehelai benang pun di depan Pak Irul. Tanpa pikir panjang, Pak Dodik mundur dan... BRAAAKKK!!! Pintu hancur seketika.
PENGADILAN MORAL DI KANTOR KORWIL
Kabar penggerebekan menyebar cepat. Kantor pusat gempar. Pagi itu, suasana mencekam. Pak Dodik datang dengan mata merah, sementara Bu Yuliati hanya bisa tertunduk dengan jilbab yang kusut dan air mata yang tak berhenti mengalir.
π£️ BISIK-BISIK BERACUN REKAN KERJA
Di luar ruangan, para kolektor saling berbisik tajam. "Sudah kuduga, aroma amis di ruang arsip itu bukan tumpahan susu, tapi tumpahan birahi!" bisik Pak Suhadi sinis. Rekan-rekan lain hanya menggelengkan kepala, tak menyangka Supervisor mereka seberani itu.
Keputusan Pak Rizky selaku Korwil sudah bulat: Bu Yuliati dan Pak Irul dipecat secara tidak hormat. Karir yang dibangun bertahun-tahun runtuh dalam semalam. Di parkiran, Yuliati sempat saling berbisik lirih untuk terakhir kalinya pada Irul, "Mas... setelah ini kita bagaimana?"
Namun Irul hanya menjawab ketus, "Jangan tanya aku! Urus dirimu sendiri!" sebelum memacu motornya pergi meninggalkan Yuliati yang hancur sendirian.
Aleo's Tube Store - Realitas Kehidupan Perantau
(KLIK UNTUK LANJUTAN)Aleo's Tube Store
Tidak ada komentar:
Posting Komentar