RUNTUHNYA BATAS: AIR MATA JADI JEMBATAN PENGKHIANATAN
Oleh: Aleo's Tube Store
Kota L adalah sebuah kota kecil di Jawa Timur, hiduplah Bu Yuliati (41), seorang wanita berparas manis berkulit sawo matang yang selalu berbusana muslimah. Suaranya lembut serak basah dan santun, mencerminkan ketangguhannya bekerja keras sebagai Sales Marketing di sebuah perusahaan elektronik swasta. Tak lama, berkat kegigihannya, ia diangkat menjadi Supervisor yang membawahi beberapa anak buah. Suaminya, Pak Dodik (60an), seorang pria paruh baya, bekerja di kantor yang sama sebagai kolektor—sebuah ironi, sebab mereka bekerja bersama namun hidup terpisah dalam keintiman.
π KEBEKUAN RUMAH TANGGA DAN TUNTUTAN LAPANGAN (THE PERANTAU LIFE)
Sebagai Supervisor, Bu Yuliati harus memastikan seluruh Map order anak buahnya disurvei dan dicairkan oleh para kolektor, yang seringkali menghabiskan waktu di jalan—sebuah gaya hidup yang dikenal sebagai perantau (pekerja lapangan) sejati. Di antara rekan kerja Pak Dodik, ada Pak Irul, Pak Suhadi, Pak Was—semuanya kolektor lapangan—dan di atas mereka semua, ada Pak Rizky, sang Kepala Korwil.
Seiring berjalannya waktu, rutinitas yang melelahkan di lapangan, ditambah faktor usia Pak Dodik (faktor U), membuat hubungan suami-istri mereka menjadi terabaikan. Kehangatan rumah tangga memudar, digantikan oleh kebekuan emosional dan kebutuhan birahi yang tak terpenuhi. Bu Yuliati, meski sukses karir, merasa hampa dan haus akan sentuhan yang memvalidasi dirinya sebagai seorang wanita.
π€ PERANGKAP PERTAMA: KEINTIMAN DI LAPANGAN
Posisi Bu Yuliati sebagai perantau kantor membuatnya sering berkoordinasi di lapangan. Salah satunya dengan Pak Irul, kolektor berpostur pendek namun memiliki dada berbulu yang lebat di balik kemejanya. Pak Irul melihat celah di balik sikap profesional Bu Yuliati; ia melihat hasrat yang terpendam.
Momen penting terjadi saat survei di luar kota. Yuliati yang tertekan curhat kepada Pak Irul. Dalam suasana sunyi itu, mereka mulai saling berbisik. "Sabar ya, Yul... aku ada di sini buat kamu," bisik Pak Irul sangat dekat di telinga Yuliati.
Saking terhanyut dalam tangisannya, Bu Yuliati menjatuhkan mukanya ke pangkuan Pak Irul. Saat itulah ia tersadar mukanya mengenai benjolan hangat, keras, dan berbau khas kontol yang telah mengeras. Pak Irul tersipu tapi tegang tergagap, "An.. anu Yul, aku terangsang ketika kamu menangis, rasanya pengen tempeli anuku di bibir manismu..."
"Mmmhh Pak Irul jahat..." sahut Yuliati cemberut manja seolah menyalakan api terlarang.
"Bu Yuliati, kamu wanita yang kuat, manis dan sangat menarik. Jangan biarkan dirimu sendiri menderita," bisik Pak Irul lagi, sementara ibu jarinya menghapus air mata di pipi sawo matang itu. Sentuhan ini adalah cabulnya kehangatan yang tak ia dapatkan dari suaminya.
Ketegangan itu meledak di sudut kantor yang sepi. Ciuman pertama mereka adalah pertukaran lidah yang liar. Pak Irul dengan rakus menyapu bersih air mata Bu Yuliati dengan lidahnya. Yuliati, dengan senyum sinis penuh nafsu, membalas ciuman itu sambil memohon birahi terlarang.
Pak Irul memutus ciuman, matanya gelap oleh hasrat. Di ruang kosong itu, ia langsung mengeluarkan kontolnya. Bu Yuliati yang sudah di luar kendali langsung melahapnya dengan brutal. "Bau kontol sampean enak tenan, Mas," desisnya di sela-sela pergumulan. Tak seberapa lama, Pak Irul Crot di mulut dan muka Bu Yuliati.
"Kita harus pindah ke tempat aman, Bu Yuliati sayang. Ayo cari tempat di mana kita bisa benar-benar kentu dengan enak," ajak Pak Irul sambil terengah-engah.
"Hayuk mas, turukku wes kepengen dileboni kontolmu!" jawab Yuliati tanpa ragu.
DI SHARE YA BIAR TAMBAH SEMANGAT BIKIN CERITA DLL!
RUNTUHNYA BATAS: PUNCAK BIRAHI DI PENGINAPAN PERANTAU
Oleh: Aleo's Tube Store
Tanpa membuang waktu, Pak Irul memacu sepeda motornya menembus jalanan pinggiran Kota L yang mulai temaram. Di belakangnya, Bu Yuliati memeluk erat pinggang kolektor berbulu itu, dadanya yang kencang menekan punggung Pak Irul tanpa jarak. Mereka berhenti di sebuah penginapan murah langganan para perantau luar kota yang mencari tempat istirahat cepat.
π₯ PERGUMULAN DI KAMAR PERANTAU
Begitu pintu kamar tertutup, suasana langsung mencekam oleh nafsu. Pak Irul tidak lagi bersikap santun. Ia memojokkan Bu Yuliati ke dinding kayu yang kusam. Keduanya mulai saling berbisik dengan napas yang memburu.
"Yul, aku sudah tidak tahan... kamu manis sekali hari ini," bisik Pak Irul sambil tangannya yang kasar mulai merayap masuk ke balik busana muslimah Yuliati.
"Mas Irul... ayo cepat, aku ingin merasakan punyamu lagi, jangan lama-lama bersuara," balas Yuliati dengan suara serak basahnya yang menggoda.
"Lihat ini Yul, kontolku sudah menangis minta masuk ke lubangmu," bisik Pak Irul tepat di lubang telinga Yuliati yang sudah merah padam. "Iya Mas... masukkan semuanya, jangan sisakan untuk suamiku yang sudah loyo itu!" teriak Yuliati tertahan.
π₯ KENTU YANG BRUTAL
Tanpa pemanasan yang lama, Pak Irul langsung memposisikan dirinya. Kontolnya yang tegang maksimal langsung menerjang masuk ke dalam memek Yuliati yang sudah banjir oleh cairan gairah. "PLOK! PLOK! PLOK!" Suara adu kulit itu menggema di ruangan sempit itu. Yuliati melengkungkan punggungnya, matanya mendelik menikmati sodokan demi sodokan kolektor perantau-nya.
Mereka kembali saling berbisik di tengah pergulatan panas itu. "Enak Yul? Lebih enak dari Pak Dodik kan?" bisik Irul sambil mempercepat temponya. "Ahhh... mas, jangan tanya lagi... kontolmu mantap, besar dan hangat... kentu sama kamu bikin aku merasa jadi wanita lagi!" desis Yuliati sambil mencakar punggung Pak Irul.
Pengkhianatan yang berujung pada kenikmatan duniawi yang tiada tara.
Puncaknya, Pak Irul membalik tubuh Yuliati menjadi posisi menungging (doggy style). Ia memegang pinggul sawo matang itu dengan kuat dan menghujamkan miliknya sampai ke rahim. Yuliati berteriak tanpa suara, menggigit bantal agar desahannya tidak terdengar sampai keluar kamar. Akhirnya, dengan satu hentakan keras, Pak Irul memuntahkan spermanya jauh di dalam rahim Bu Yuliati.
"Mmmhh... penuh Mas... penuh di dalam," bisik Yuliati lemas sambil membiarkan tubuh Pak Irul menindihnya.
DI SHARE YA BIAR TAMBAH SEMANGAT BIKIN CERITA DLL!
RUNTUHNYA BATAS: JEJAK YANG TERTINGGAL
Oleh: Aleo's Tube Store
Pak Rizky, sang Kepala Korwil, berdiri mematung di ambang pintu ruang arsip. Matanya yang tajam menyapu seisi ruangan yang terasa panas dan lembap. Bu Yuliati buru-buru membetulkan jilbabnya yang agak miring, sementara Pak Irul berpura-pura sibuk membolak-balik Map order yang sebenarnya sudah berantakan. Bau amis sperma dan keringat menyeruak, memenuhi udara di antara rak-rak besi.
Ketegangan di ruang arsip, saat rahasia nyaris terbongkar di depan pimpinan.
Kota L adalah saksi bisu pesona Bu Yuliati (41). Sebagai Supervisor perantau di perusahaan elektronik, daya tarik seksualnya sangat tinggi. Kulit sawo matang yang manis dan suara serak basahnya mampu meruntuhkan pertahanan pria manapun yang bertemu dengannya, tak peduli apakah itu rekan kerja atau pelanggan setianya.
πΈ TAGIHAN BERUJUNG DESAHAN: SKANDAL PELANGGAN KREDIT
Kisah pengkhianatannya tidak berhenti pada Pak Irul. Suatu hari, Bu Yuliati harus turun tangan menagih angsuran macet ke rumah seorang pelanggan elektronik, seorang bapak-bapak beristri yang sudah lama mengincar kemolekan sang Supervisor. Kebetulan, saat Bu Yuliati tiba, sang istri sedang tidak ada di rumah.
Suasana ruang tamu yang sepi menjadi panas saat pelanggan tersebut sengaja membayar angsuran dengan menyentuh jemari Yuliati. Menyadari daya tarik seksualnya yang begitu kuat, Yuliati justru memberikan lampu hijau. Transaksi pembayaran elektronik itu pun berubah menjadi transaksi birahi.
"Bu Yuliati, tagihannya lunas hari ini... tapi saya juga ingin 'bayar' yang lain ke kamu," bisik pria itu sambil merangkul pinggang Yuliati. Yuliati hanya mendesah, menyerahkan tubuhnya untuk dikentot di sofa ruang tamu pelanggan tersebut. Kenikmatan singkat itu menjadi rahasia lain di balik karir suksesnya sebagai penagih andalan.
Daya tarik Yuliati memang mematikan. Baginya, penagihan bukan sekadar soal uang, tapi juga pemuasan hasrat terpendam yang tak pernah diberikan Pak Dodik di rumah. Setiap pria beristri yang menjadi pelanggannya selalu merasa ingin kembali mengkredit, demi bisa merasakan kembali liukan tubuh Supervisor manis itu.
π€ PERANGKAP KANTOR DAN DADA BERBULU
Kembali ke kantor, Pak Irul dengan dada berbulu-nya tetap menjadi selingan utama. Di sudut-sudut sepi kantor, mereka kembali saling berbisik. Yuliati yang haus belaian tak pernah menolak ketika Irul mengajaknya mencari penginapan para perantau untuk menuntaskan gairah.
Kenikmatan terlarang yang selalu dicari Bu Yuliati di setiap kesempatan.
"Bau kontolmu lebih enak dari suami loyoku, Mas," desis Yuliati saat Irul mulai menghujamkan miliknya dengan brutal di kamar penginapan. Permainan panas doggy style selalu menjadi favoritnya, membuat sperma Irul Crot jauh di dalam rahimnya, meninggalkan jejak pengkhianatan yang tak terhapuskan.
DI SHARE YA BIAR TAMBAH SEMANGAT BIKIN CERITA DLL!
Aleo's Tube Store
Tidak ada komentar:
Posting Komentar